HM Kholid: Saya Akan Tetap Seorang Kyai

loading...
HM Kholid MD dan Hj Rusmiyati Kholid
HM Kholid MD dan Hj Rusmiyati Kholid

RUMAH pribadi HM Kholid MD di Desa Sukaraja, Kecamatan Buay Madang Kabupaten OKU Timur sejak dirinya dinyatakan memperoleh suara terbanyak dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tidak pernah sepi dari tamu yang datang dari berbagai penjuru OKU Timur.

HM Kholid yang merupakan seorang kyai dan tokoh agama tersebut terlihat dengan santai menerima semua tamu yang datang dengan menyiapkan ruangan khusus. Banyaknya tamu yang datang baik dari tim pemenangan maupun tokoh masyarakat dan tokoh agama membuat Kholid harus meluangkan waktunya untuk menerima tamu bahkan hingga menjelang tengah malam.

Ketika diwawancarai HM Kholid mengaku sudah membiasakan diri untuk mengurangi jam tidur karena harus beraktifitas mulai dari mengisi pengajian, ceramah hingga menjalankan aktifitas pemerintahan.

Sejak ditetapkan pasangannya memperoleh suara terbanyak Kholid mengaku tidak pernah berhenti menerima tamu yang datang dari berbagai kecamatan di OKU Timur. bahkan setiap hari mulai dari pagi hingga menjelang tengah malam tamu yang datang terus berdatangan.

“Setiap hari ada tamu yang datang bahkan hingga menjelang tengah malam. Tidak berat karena memang saya sudah terbiasa menjalaninya. Bahkan setiap hari saya bisa beristirahat hanya beberapa jam saja,” katanya.

Dikatakan Kholid, dirinya malam hari tidur sekitar pukul 22.00 dan terbangun sekitar pukul 02.30 untuk melaksanakan salat malam dilanjutkan hingga salat Subuh. Setelah salat subuh dia sudah membiasakan diri untuk berjalan pagi menghirup udara pagi baik bersepeda maupun hanya berjalan kaki bersama istrinya Hj RusmiyatiKholid. “Saya biasa memanfaatkan beristirahat saat dalam perjalanan,” katanya

Kholid mengaku tidak akan meniadakan kebiasannya dalam memberikan ceramah pengajian dan tausyiah kepada masyarakat meskipun dirinya sudah dilantik menjadi bupati nanti. Bahkan dia sudah mempersiapkan waktu khusus untuk mengisi pengajian masyarakat dan menjadi kyai kembali seperti sebelumnya.

“Ceramah tetap. Pengajian juga tetap. Tidak ada yang berbeda. Hanya waktu yang mungkin harus diatur lebih lanjut setelah pelantikan nanti. Dalam satu minggu lima hari kerja untuk birokrasi dan pemerintahan. Sementara dua hari yakni Sabtu-Minggu untuk mengisi pengajian dan tausyiah kepada masyarakat. Dua hari itu khusus untuk masyarakat,” katanya.

Bahkan kata dia, setelah dirinya sudah dilantik jika ada kesempatan untuk mengisi pengajian tetap akan dilaksanakann selagi tidak berbenturan dengan jadual protokol yang sudah ada.