Petani Jagung Mulai Was-Was

Sejumlah petani jagung saat melakukan penjemuran jagung sebelum dijual.
loading...

KABAROKUTIMUR.COM, SRIPOKU.COM – Sejumlah petani jagung di Kabupaten OKU Timur mengkhawatirkan anjloknya harga jagung menyusul panen raya jagung yang akan dilaksanakan serentak April 2016 mendatang.

Kekhawatiran petani tersebut tidak berlebihan karena setiap panen bersama, harga jagung selalu mengalami penurunan hingga dibawah Rp 2.700 per kilogram. Harga tersebut tentu saja membuat petani khawatir mengingat harga normal jagung per kilogram masih bertahan hingga Rp 3.500.

“Yang menjadi permasalahan petani adalah anjloknya harga saat panen raya nanti. Kalau saat ini harga masih normal biasanya setiap panen raya harga selalu mengalami penurunan yang kemungkinan disebabkan oleh banyaknya barang,” ungkap Suyanto Senin (15/2/2016).

Menurut Yanto, saat panen raya harga jagung biasanya akan mengalami penurunan Rp 2.700-2.500 per kilogram. Dirinya berharap pemerintah memiliki resep untuk mengantisipasi terjadinya penurunan harga jagung tersebut.

Salah satu cara agar harga tidak mengalami anjlok kata dia adalah dengan melakukan pemanenan secara bergantian. Namun hal itu merupakan sesuatu yang sulit karena hama akan menyerang lebih banyak.

“Kalau yang menanam hanya sedikit petani, maka hama seperti babi dan monyet akan berkumpul berbeda jika penanaman dilakukan dengan cara bersamaa. Jumlah hama akan berkurang. Namun harga yang menjadi kendala,” katanya.