Kasus Korupsi Dishutbun Memasuki Tahap Tuntutan

loading...

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Kasus Korupsi Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten OKU Timur memasuki tahap tuntutan dalam persidangan yang akan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Palembang Kamis (25/2/2016) mendatang. Demikian diungkapkan Kajari Martapura Suhartoyo SH Mhum dikonfirmasi Selasa (23/2/2016).

Menurut Suhartoyo, ancaman untuk tersangka dalam tindak pidana korupsi alat sadap karet dengan kerugian negara lebih dari Rp. 1 Miliar tersebut sesuai dengan pasal yang ada adalah seumur hidup. Namun untuk keputusan semuanya terganung dengan majlis hakim.

Menurut Kajari, meskipun tersangka sudah mengembalikan kerugian negara, namun tuntutan dari pihak JPU tidak akan dirubah. Akan tetapi kata dia, pengembalian kerugian negara tersebut kemungkinan bisa meringankan keputusan hakim.

“Seluruh uang yang dikembalikan tersangka sudah dititipkan ke Bank SumselBabel hingga keputusan pengadilan nanti. Kalau memang dalam persidangan terbukti, maka uang tersebut akan kita kembalikan kepada negara. Namun kalau dalam persidangan tidak terbukti, maka uang tersebut akan dikembalikan kepada tersangka,” katanya.

Namun lanjut Suhartoyo, dengan adanya pengembalian uang kerugian negara tersebut, membuktikan bahwa para tersangka mengakui adanya tindak pidana penyelewengan uang negara yang mereka lakukan. Akan tetap untuk keputusan semuanya diserahkan kepada majelis hakim.

Ketika ditanya jumlah target pengungkapan korupsi tahun 2016, Kajari mengaku pihaknya tidak menetapkan target melainkan berjalan apa adanya sesuai dengan koridor dan ketentuan yang berlaku. Jika memang ada pelanggaran hukum kata dia, pihaknya akan tetap memprosesnya. Namun semuanya skala prioritas karena anggaran dan tenaga yang terbatas.

“kalau target jumlah pengungkapan tidak ada. Namun yang kita targetkan adalah kerja yang profesional, proporsional dan akuntabel. Profesional sebagai jaksa yang artinya setiap ada pelanggaran segera diproses. Untuk kenala hingga saat ini yang signifikan itu tidak ada. Kalau kesulitan dan hambatan yang ditemui selama ini bukan kendala. Itu hanya dinamika saja,” katanya.

 

Sumber: sripoku.com