Prajurit Marga Kawal Raja Nata Negara

Bupati OKU Timur HM Kholid MD gelar Raja Nata Negara dikawal oleh prajurit Marga bersenjata lengkap saat memasuki acara adat pesta bulan bagha dan lounching 12 lagu komering
loading...

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Lounching 12 Lagu Komering yang dilaksanakan oleh organisasi Adat OKU Timur yakni Jaringan Masyarakat Adat Komering (JAMAK) yang dikemas dengan kegiatan Pesta Bulan Bagha (Pesta Bulan Purnama) yang sudah hilang sejak 30 tahun lalu mendapat sambutan antusias dan simpati dari masyarakat OKU Timur.

Ribuan masyarakat berkumpul dan berdesak-desakan menonton acara tersebut yang diawali dengan pantun bersambut dari Mouli Meranai (Bujang Gadis) yang langsung dilanjutkan dengan pemutaran 12 Lagu Komering produksi JAMAK yang dipertontonkan dengan masyarakat menggunakan proyektor.

Bupati OKU Timur HM Kholid MD yang hadir dilokasi langsung disambut oleh Ketua JAMAK H Leo Budi Rachmadi serta tokoh adat lainnya dengan pengawalan ketat dari prajurit marga bersenjata lengkap. Kholid yang sudah diberi gelar Raja Nata Negara tersebut disambut oleh masyarakat dengan antusias. Selain disambut oleh prajurit Marga dan tokoh adat serta masyarakat, Kholid juga langsung disambut dengan tarian Khas Komering.

Ketua JAMAK H Leo Budi dalam sambutannya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas dukungan pemerintah dan masyarakat sehingga 12 Lagu Komering bisa diluncurkan dalam bentuk DVD. Selain itu, dirinya juga mengucapkan terimakasih kepada pemerintah OKU Timur yang telah memberikan dukungan sehingga kedepan lagu-lagu serta adat dan budaya komering terus dipertanakan sehingga tidak terkikis oleh kemajuan zaman.

“Dalam waktu dekat DVD 12 Lagu Komering ini akan segera dipasarkan. Dan uang dari hasil penjualan lagu ini akan dikumpulkan untuk pembuatan album kedua nantinya yang mudah-mudahan akan segera dirilis,” katanya.

Sementara Bupati OKU Timur HM Kholid MD dalam sambutannya mengaku bangga dengan keberagamanan dan kesatuan masyarakat OKU Timur yang terdiri dari berbagai suku dan agama yang saat ini sudah melebur menjadi satu dalam adat istiadat Komering.

“Baik penyanyi maupun yang menyampaikan pantun tadi bukan asli Orang Komering. Namun mereka bisa dengan fasih menyanyikan dan berbicara dengan Bahasa Komering. Saya juga mengucapkan terimakasih kepada JAMAK yang telah mengingatkan serta membangkitkan kembali semangat budaya, adat serta tata cara yang sudah berlaku dari nenek moyang yang hampir terkikis,” katanya.

Selain itu kata dia, di kabupaten OKU Timur perpaduan antar suku cukup bagus yang saat ini sudah menyatu hal itu sudah menjadi modal dasar bagi pemerintah dalam membangun kebesaran OKU Timur. Dia juga berjanji akan menunjung tinggi gelar adat yang telah diberikan kepadanya yakni Raja Nata Negara.