Jangan SK yang Disekolahkan

Bupati OKU Timur HM Kholid MD saat melantik CPNS yang berasal dari pegawai K1
loading...

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Bupati OKU Timur H Kholid Marwadi menghimbau kepada seluruh pegawai yang ada di Pemkab OKU Timur untuk tidak berhutang ke bank dengan “mensekolahkan” (digadaikan, red) Surat Keputusan (SK) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang baru diterimanya. Demikian diungkapkan Kholid usai melantik 372 CPNS di Balai rakyat Senin (29/2/2016).

Seharusnya kata Kholid, pegawai yang disekolahkan dengan tujuan untuk menambah ilmu pengetahuan dan bukan justru SK-nya yang disekolahkan. Untuk itu Kholid menghimbau kepada pegawai untuk sekalipun tidak berencana untuk berhutang.

“Untuk itu SK yang didapat jangan ‘disekolahkan’ secara pribadi, penghasilan pegawai sudah bisa mencukupi namun dengan catatan harus dikelola dengan baik. Ukur potensi yang kita miliki dengan kebutuhan kita. Jangan baru masuk CPNS sudah ingin beli mobil mewah, rumah, dan lain sebagainya,” katanya.

Kholid menghimbau kepada pegawai untuk mengutamakan kebutuhan yang benar-benar dibutuhkan, dan tidak mengutamakan kebutuhan yang diada-adakan. Selain itu, dia juga meminta kepada pegawai untuk menanamkan tekad dan dan kepada masing-masing pribadi mendeklerasikan bahwa CPNS/PNS pantang berhutang.

“Saya juga meminta kepada pegawai untuk menanamkan kedisiplinan pada diri sendiri jangan sampai kedisiplinan yang ditanamankan karena adanya tekanan dan sidak dari pimpinan. Kedisiplinan itu salah satu sumpah pegawai,” katanya.

Menurut Kholid, jika pegawai melakukan pelanggaran sumpah, maka akan menanggung dosa untuk itu tanamkanlah kedisplinan agar pelayanan ke masyarakat semakin baik sehingga masyarakat menjadi senang.

“yang jelas kedisplinan harga mati di OKU Timur,” tegasnya seraya mengajak PNS dan masyarakat untuk memerangi narkoba, dan tidak jangan kalah dengan premanisme.