Pemerintah Komitmen 2016 OKU Timur Bebas Asap

Bupati OKU Timur HM Kholid MD saat memberikan sambutan dihadapan unsur muspida dan mengajak mengawasi lahan di OKU Timur agar terbebas dari asap tahun 2016
loading...

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten OKU Timur bersama unsur muspida tahun 2016 berkomitmen untuk menjadikan kabupaten lumbung  beras terbebas dari asap tidak seperti tahun 2015 lalu. Tahun lalu, OKU Timur merupakan salah satu wilayah penyumpang asap di Sumsel yang disebabkan oleh salah satu pembakaran lahan perkebunan di wilayah Cempaka.

Komitmen OKU Timur bebas asap tersebut dibahas dalam pertemuan di Hotel Parai Puri Tani Selasa (1/03/2016) yang diselenggarakan oleh Mapolres OKU Timur dan dihadiri oleh Bupati OKU Timur HM Kholid MD Wakil Bupati Fery Antoni, Kapolres AKBP Saut P Sinaga, Kajari Martapura Suhartoyo, Dandin 0403 OKU Letkol Inf Feksy Dimunry Angi, Danyon Armed Letkol Arm Untoro Haryanto, serta segenap unsur Muspida lainnya.

“Permasalahan asap ini sangat komplek dan membutuhkan kerjasama antar lembaga maupun instansi. Yang tak kalah penting secanggih apapun teknologi tidak akan mampu mengatasi bencana yang terjadi tanpa adanya bantuan dari alam itu sendiri. Untuk itu sangat dibutuhkan komitmen dalam menjaga dan memelihara alam guna kelangsungan hidup,” ungkap Kapolres OKU Timur AKBP Saut P Sinaga yang memotori komitmen OKU Timur bebas Asap tersebut.

Dalam pertemuan tersebut dibahas mengenai penyebab dan bagaimana cara mengantisipasi agar perkebunan dan hutan yang ada di OKU Timur tidak terbakar sehingga menimbulkan kabut asap yang merugikan banyak pihak.

“Salah satunya dengan terus memberikan himbauan kepada masyarakat dan perusahaan untuk tidak membakar lahan ataupun Hutan, mengoptimalkan sarana dan prasarana yang ada, menyiapkan sumberdaya manusia (SDM) yang handal,” katanya.

Sementara Bupati OKU Timur HM Kholid MD berpesan kepada seluruh unsur muspida untuk mengantisipasi semua kemungkinan sebelum bencana tersebut terjadi. Untuk pihak perusahaan ditekankan untuk tidak melakukan pembakaran sebelum melakukan pemanenan.

“Kita akan menempatkan mobil pemadam kebakaran di dalam kota sehingga bisa mempercepat penanganan kebakaran,” katanya.