Sosialisasikan Kembali Metode Blasting

Management CV ATS dan unsur muspida saat mensosialisasikan metode blasting kepada masyarakat.
loading...

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Untuk memastikan metode blasting (peledakan penambangan batu gunung, red) tidak berbahaya baik bagi pemukiman maupun tanaman perkebunan warga, CV Alam Tunggal Semesta (ATS) kembali menggelar sosialisasi kepada masyarakat mengenai dampak lingkungan yang dihasilkan dari program Blasting tersebut.

Sosialisasi yang dilaksanakan di Desa Jayapura tersebut dihadiri oleh Kepala dinas Perindustrian dan Perdagangan (Distamben), Kepala Bapedalda, dan perwakilan Mapolres OKU Timur.

“Ada baiknya terlebih dahulu kita perhatikan seksama pemaparan perihal dampak lingkungan dari kegiatan Blasting ini, masyarakat jangan mudah termakan isu mengenai dampak dari blasting ini,” ujar Sekda OKU Timur Idhamto dalam sambutannya.

Sementara Kepala Tambang CV ATS Deny mengatakan, metode Blasting tersebut cukup aman dari kerusakan alam dan pemukiman warga. Hal itu disebabkan karena pihaknya sudah memperhitungkan secara rinci dampak lingkungan, perizinan, bahkan memilah bahan-bahan peledak yang tidak berbahaya.

“Sebelum metode Blasting ini dilakukan terlebih dahulu kami sudah memperhitungkan semuanya, mulai dari perizinan, bahan baku untuk membuat ledakan skala kecil, Dampak lingkungan, bahkan sampai getaran hasil ledakan pun kami perhitungkan,” katanya.

Menurut Deny, bahan baku yang digunakan untuk picu ledakan tersebut berskala kecil dengan menggunakan Amunium Nitrat yang nantinya dicampurkan dengan Power Gel sebelum akhirnya dimasukan keedalam lubang yang dijadikan titik penambangan.

“Tentunya kegiatan ini memiliki payung Hukum dan mengikuti prosedur dengan dipimpin oleh koordinator lapangan. Adapun dampak lingkungan dari hasil getaran Blasting ini hanya radius 20 meter dari titik awal,” lanjutnya.

Menurutnya, metode Blasting tersebut hanya berfungsi sebagai pengurai batu dan bukan sebagai penghancur lokasi pertambangan.