Petani Desak Pemerintah Lanjutkan Pembangunan Irigasi Bahuga

Bupati OKU Timur HM Kholid MD an staff ahli kementerian PU saat melakukan pemantauan irigasi up per Komering.

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Dampak dari anjloknya harga getah karet sejak beberapa tahun terakhir membuat petani karet yang berdomisili disejumlah wilayah di OKU Timur memutuskan untuk mengalihfungsikan lahan menjadi lahan persawahan. Petani berbondong-bondong meminta kepada pemerintah daerah dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII serta Kementerian PU pusat untuk melanjutkan rencana pembangunan irigasi bahuga yang sebagian besar melintas kabupaten OKU Timur.

 Pembangunan Irigasi Bahuga yang sebagian besar melintasi wilayah OKU Timur sebenarnya sudah digagas sejak tahun 2003 hingga 2008 lalu, namun penolakan demi penolakan muncul dari masyarakat sehingga dana yang sudah digelontorkan dari pemerintah Jepang terpaksa dibatalkan untuk pembangunan irigasi tersebut. Penolakan yang dilakukan masyarakat pada saat itu sebenarnya cukup sederhana yakni karena harga getah karet yang jauh lebih tinggi dibandingkan harga beras.

 Setelah beberapa tahun bergulir dan harga getah karet terus mengalami penurunan, masyarakat kemudian mengambil keputusan dan meminta kepada pemerintah untuk melanjutkan pembangunan irigasi baguha dengan panjang jaringan sekunder 9000 meter dan ditambah dengan sub sekunder serta jaringan tersier.

 Dalam acara yang dihadiri oleh Staff ahli kementerian PU dan pejabat BBWS tersebut, masyarakat memberikan pernyataan sikap yakni akan mendukung pemerintah untuk melakukan lanjutan pembangunan irigasi baguha tersebut meskipun terjadi perubahan harga karet menjadi lebih mahal dari saat ini.

 “Kami sangat mengharapkan kepada pemerintah OKU Timur dan pemerintah pusat untuk secepatnya melakukan pembangunan Irigasi Bahuga dan kami tidak akan terpengaruh oleh fluktuasi baik harga karet maupun harga beras,” ungkap perwakilan masyarakat sebelum dilakukan tandatangan kesepahaman dalam pembangunan irigasi bahuga tersebut Senin (14/3/2016).

 Sementara Staff Ahli Menteri Bidang PU Ir Lucky H korah Msi dalam sambutannya berharap agar pembangunan Irigasi Bahuga tersebut bisa dilanjutkan dengan dukungan masyarakat sehingga program presiden Jokowi tentang daulat pangan bisa tercapai. Selain itu kata dia, dirinya tidak akan memberikan paparan kepada pemerintah pusat mengenai lanjutan pembangunan irigasi yang sempat terhenti tersebut sebelum benar-benar mendapat persetujuan dari seluruh masyarakat OKU Timur.

“Jika memang ini adalah keinginan masyarakat maka pemerintah akan dengan senang hati melanjutkan pembangunannya. Pembangunan ini akan dilakukan dengan menelan anggaran sebesar Rp. 1000 Triliun yang menggunakan dana dari pemerintah Jepang,” katanya.

Lucky berharap, Kabupaten OKU Timur menjadi salah satu daerah yang memberikan kontribusi yang signifikan dalam mencapai swasembada pangan khususnya beras.

Sedangkan Bupati OKU Timur HM Kholid MD dalam sambutannya mengatakan, kesempatan yang sudah ditawarkan oleh pemerintah pusat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tentunya jangan sampai diabaikan. Program pembangunan irigasi bahuga tersebut sudah semestinya dilanjutkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Saat pembangunan masyarakat bisa menjadi pekerja dalam. Demikian juga saat sudah selesai, masyarakat bisa menikmati hasilnya dengan pengairan yang melimpah dan hasil panen yang lebih banyak lagi,” katanya.

Dari pengamatan, sebelum bertemu dengan masyarakat, Bupati OKU Timur HM Kholid MD dan staff ahli kementerian PU dan sejumlah pejabat BBWS terlebih dahulu meninjau lokasi bendung Perjaya yang mengairi ribuan hektare lahan pertanian masyarakat.