Bupati dan Sekda Temukan Kantor BPN Terkunci

Sekretaris daerah disaksikan Bupati OKU Timur HM Kholid MD memeriksa pintu kantor BPN yang masih terkunci pukul 09.00. Kholid meminta kepada salah satu staff yang ada untuk membuka kunci kantor pelayanan tersebut.

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Bupati OKU Timur HM Kholid MD didampingi Sekretaris Daerah (sekda) menemukan kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) OKU Timur dalam keadaan terkunci dan tidak ada aktifitas di kantor tersebut kendati sudah memasuki pukul 09.00 lebih Jumat (1/4/2016). Salah satu kantor yang menjadi pusat pelayanan tersebut didapati Kholid terkunci dan hanya beberapa orang yang ada di kantor tersebut.

Kholid yang menuju kantor BPN usai melaksanakan senam pagi bersama sekitar pukul 09.00 langsung meminta salah satu staff BPN yang ada untuk membuka pintu yang sedang terkunci untuk melihat kondisi di dalam kantor pelayanan tersebut.

“Kantor BPN itu adalah kantor pelayanan. Kalau sudah siang belum buka dan masih terkunci, bagaimana pelayanan mau bagus. Yang namanya kantor pelayanan itu harus selalu siap dan buka serta tutup tepat waktu agar pelayanan terhadap masyarakat benar-benar maksimal,” kata Kholid.

Semestinya kata Kholid, pegawai BPN memiliki kedisplinan yang lebih tinggi dibandingkan pegawai kantor lainnya mengingat apa yang mereka hadapi dan layani setiap hari tidak pernah berhenti dan dalam melayani masyarakat harus tepat waktu dan terus menerus sehingga tidak ada anggapan miring dari masyarakat.

“Jika pelayanan benar-benar dilaksanakan dengan baik maka masyarakat juga akan senang. Saya sudah tekankan kepada seluruh pegawai terutama kantor pelayanan untuk datang dan pulang tepat waktu agar masyarakat tidak merasa dipermainkan,” tegasnya.

Kholid mengaku sudah memerintahkan sekretaris daerah untuk melakukan koordinasi dengan pihak BPN baik mengenai pelayanan maupun mengenai target dalam pendapatan daerah.

Sedangkan menurut Arden salah satu warga mengaku kondisi kantor BPN yang sepi dan tidak memberikan pelayanan sudah terjadi sejak beberapa hari sebelumnya. Arden mengaku satu hari sebelumnya Kamis (31/3/2016) sudah mendatangi kantor BPN untuk mengurus sertifikat tanah. Namun karena sejumlah pejabat strategis yang ada di kantor tersebut tidak masuk sehingga apa yang akan diurusnya terpaksa ditunda.

“Saya datang ke kantor BPN ini untuk mengurus sertifikat tanah, ternyata pimpinannya tidak masuk kerja. Katanya ke kanwil palembang, terpaksa pulang dan besok ke sini lagi,” ujarnya seraya mengatakan bahwa pada Jumat (1/4/2016) aktifitas di kantor BPN belum ada hingga pukul 09.00 lebih.