Diknas OKUT Sanksi Sekolah Biarkan Siswanya Corat-Coret Seragam

Drs Sudarman

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Euforia atau perayaan kegembiraan yang berlebihan saat kelulusan pelajar, memang sudah menjadi tradisi pelajar di Indonesia. Walaupun pihak dinas pendidikan disetiap daerah telah menghimbau untuk tidak melakukan Euforia tersebut, masih saja terdapat pelajar yang ‘bandel’ melakukan tradisi berlebihan tersebut . Dengan demikian, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten OKU Timur menghimbau dengan melarang keras para pelajar untuk melakukan Euforia berlebihan seperti mencoret seragam dan kebut-kebutan dijalan. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Nasional OKU Timur Drs M Ali melalui Kabid Diklan Drs Sudarman Rabu (6/4/2016).

Dikatakan, pihaknya juga akan memberikan sanksi kepada sekolah bagi siswanya yang kedapatan melakukan Euforia tersebut. Adapun sanksi tegas berupa teguran, pemanggilan hingga penilaian terhadap sekolah tersebut.

“Kami menghimbau kepada pihak sekolah untuk melarang anak didiknya untuk tidak melakukan Euforia yang berlebihan. Alangkah lebih mulianya diadakan kegiatan yang positif seperti melakukan bhakti sosial atau doa bersama. Seragam yang tak digunakan lagi alangkah baiknya disumbangkan. Dan kami juga melarang keras untuk tidak ugal-ugalan dijalan, guna menjaga keselamatan siswa,” tegasnya.

Ditanya mengenai penyelenggaraan UN saat ini, dirirnya mengungkapkan bahwa sejauh ini tidak ada kendala yang berarti. Dari 7771 peserta UN, sebanyak 75 siswa tidak mengikuti ujian tersebut merupakan siswa yang terdata sebelum November 2015 lalu. Namun ke 75 siswa tersebut telah berhenti dari sekolahnya setelah November 2015 dengan berbagai sebab.

“Karena data peserta UN yang terferivikasi pada November 2015 lalu sebanyak 7771 siswa, namun sebelum pelaksanaan ujian, siswa yang bersangkutan sudah berhenti. Adapun 75 siswa tersebut terdiri dari 20 Siswa SMA, 20 siswa MA, 16 siswa SMK dan 19 siswa paket C,” terang Sudarman.