Kholid Serahkan Bantuan Korban Banjir

Bupati OKU Timur HM Kholid MD saat memberikan bantuan kepada korban banjir kiriman di Kecamatan Madang Suku I.
loading...

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Luapan Aliran Sungai Komering yang merupakan kiriman dari Kabupaten Tetangga berdampak pada masyarakat pesisir komering. Lebih dari 1000 kepala keluarga di OKU Timur terkena dampak banjir kiriman tersebut yang sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir.

Untuk memastikan tidak ada korban  jiwa dan kesulitan bagi masyarakat Senin (4/4/2016) Bupati OKU Timur HM Kholid MD  memantau langsung kondisi warganya yang terkena dampak banjir kiriman tersebut sambil memberikan bantuan berupa sembari serta kebutuhan masyarakat lainnya.

Kunjungan pertama dilakukan di Kecamatan Madang Suku I. diwilayah tetsebut, sebanyak 524 kepala keluarga (KK) terkena dampak banjir, baik rumah, perkebunan hingga persawahan ikut terkena dampak banjir kiriman tersebut.

Dalam kunjungan tersebut, Kholid meminta kepada masyarakat yang menjadi korban banjir untuk bersabar dan menerima kondisi tersebut dengan tabah dan lapang dada. Pemerintah kata dia, akan terus melakukan berbagai upaya dan langkah strategis guna meminimalisir terjadinya dampak dari banjir kiriman tersebut dengan terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

“Banjir yang kita alami saat ini memang merupakan banjir kiriman dari kabupaten tetangga. Saya minta kita semua bersabar menghadapi situasi ini, namun tetap waspada,” ujarnya saat memberikan sambutan kepada warga Madang Suku I.

Ribuan paket bantuan sembako diberikan kepada warganya yang terkena dampak banjir. Penyerahan bantuan sembako dan makanan siap saji tersebut dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) didampingi instansi terkait lainya mengawal.

Sementara Kepala BPBD OKU Timur Rusman mengatakan, pemberian sembako tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah kepada korban banjir kiriman tersebut. BPBD kata dia, sudah mempersiapkan bantuan kepada masyarakat baik perahu karet maupun tenda pleton untuk kebutuhan masyarakat.

“Semuanya sudah kita siapkan untuk evakuasi kita siapkan perahu karet sedangkan utuk dapur kita siapkan tenda dapur umum,” katanya.

 Sumber: Sriwijaya Post