Tarif Angkutan di OKUT Turun Rp. 350

Ilustrasi Tarif Angdes

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sudah berlaku sejak beberapa hari lalu mulai disikapi pemerintah dengan mengajukan penurunan terhadap tarif angkutan umum di OKU Timur.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten OKU Timur melalui kabid DLLAJ Rozalino ketika dikonfirmasi Kamis (7/4/2016) mengatakan, pihaknya sudah mengajukan jumlah penurunan tersebut kepada pemerintah OKU Timur untuk segera dibuatkan Peraturan Bupati (Perbub) pasca adanya penurunan harga BBM tersebut.

“Pemerintah Kabupaten hanya berwenang untuk menetapkan tarif angkutan desa saja. Sedangkan untuk tarif AKDP yang menentukan penurunan dan kenaikan adalah pemertintah provinsi dan untuk tarif AKAP ditetapkan oleh direktur Jendral Kementerian Perhubungan (kemenhub),” katanya.

Adapun penurunan tarif angkutan desa di wilayah OKU Timur kata dia, turun sebesar 3 persen dari harga tarif sebelumnya. Seperti untuk tarif Martapura-Cempaka yang sebelumnya Rp. 11 Ribu turun menjadi Rp. 10.750. atau mengalami penurunan sekitar 350 rupiah.

“Sementara untuk angkutan dalam kota mengalami penurunan sebesar Rp. 50 dari sebelumnya Rp. 2.000. menjadi Rp. 2.950,” katanya.

Penurunan tersebut kata dia, dalam waktu dekat akan segera diterapkan setelah perbub keluar yang saat ini sudah diajukan. Setelah perbub selesai, maka pihaknya akan meminta kepada seluruh pemilik angkutan umum untuk mematuhi peraturan tersebut.

Sementara Kuswara warga Martapura mengatakan, penurunan tarif angkutan umum di OKU Timur tidak berarti mengingat penurunan hanya sebesar 3 persen yang tentu saja pihak sopir akan mencari celah agar penurunan tersebuyt tidak terjadi.

“Terlebih penurunannya hanya sebesar Rp. 350 dan Rp. 50 perak saja. Saat ini tidak ada harganya uang sebesar itu di Indonesia. Penumpang juga tidak akan memperdulikan kembaliannya karena jumlah tersebut dinilai penumpang dan masyarakat sangat kecil,” katanya.

Sebenarnya kata Kuswara, yang dibutuhkan masyarakat bukanlah penurunan tarif angkutan melainkan penurunan harga bahan pokok yang sebelumnya mengalami kenaikan saat harga BBM naik beberapa waktu lalu.

“Semestinya saat BBM turun pemerintah menginstruksikan kepada pedagang untuk menurunkan harga. Karena saat BBM naik pedagang secara otomatis menaikkan harga. Kalau untuk tarif angkutan masyarakat tidak akan memperdulikannya,” katanya.