Sebelum Terjun Supranoto Telpon Orangtua

Proses pemakaman Pratu Supranoto di Desa Jayamulya, Kecamatan Semendawai Suku III secara kemiliteran.
loading...

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Sebelum menjalankan tugas sebegai penerjun dalam gladi bersih persiapan HUT TNI AU ke-70 di bandara Halim Perdanakusuma Jakarta Timur, Pratu Supranoto sempat menghubungi kedua orangtuanya memberitahukan bahwa dirinya akan kembali melakukan penerjunan dalam rangka persiapan HUT TNI AU tersebut.

Orangtua Pratu Supranoto, Supadi didampingi ibunya Warsini dan kakak perempuannya diwawancarai Jumat (8/4/2016) usai melaksanakan pemakaman mengatakan, komunikasi antara mereka dengan anaknya cukup baik. Setiap akan melaksanakan kegiatan Supranoto selalu memberitahukan dan meminta restu kepada kedua orangtuanya.

Dengan mata berkaca-kaca, kedua orangtua Supranoto hanya menjawab seperlunya ketika wartawan menanyakan prihal anaknya yang gugur dalam tugas tersebut. Supranoto menurut kakak perempuannya merupakan anak yang baik dan berbakti kepada orangtua dan keluarga. Setiap memiliki kesempatan pulang adiknya tersebut selalu datang dan membantu kedua orangtuanya untuk bertani.

“Dia sangat rajin dan tidak memilih pekerjaannya. Dia sudah terbiasa menjadi orang susah sejak kecil. Jadi ketika pulang dia selalu membantu orangtuanya untuk bersawah dan bertani,” katanya.

Sedangkan Ibu Supranoto Warsini ketika ditanya apakah memiliki firasat sebelum anak bungsunya tersebut meninggal mengaku mendapat mimpi bahwa di rumahnya tersebut ramai dikunjungi orang. Mimpi tersebut datang tepat malam sebelum meninggalnya Pratu Supranoto.

“Tidak ada firasat keluarga akan ada musibah tersebut. Hanya saya bermimpi kalau di rumah cukup ramai malam sebelum musibah tersebut terjadi. Kami tidak menyangka kejadian ini akan menimpa anak bungsu kami terlebih sebelum melaksanakan tugas Supranoto sempat menelepon,” ungkapnya.

Akan Menikah Dengan Bidan

Pratu Supranoto merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara yang rencananya akan melangsungkan pernikahan pada tahun 2016 tepatnya usai melaksanakan panen padi di sawah kedua orangtuanya di Desa Jayamulya. Pratu Supranoto akan menikahi wanita pujaannya yang saat ini sedang menempuh studi di Yogyakarta dengan jurusan kebidanan.

“Rencananya dia akan menikah dengan orang Desa Sribudaya bernama Widia. Setelah panen nanti. Sayangnya calon istrinya tidak bisa hadir dalam pemakaman karena kehabisan tiket. Hanya orangtua calonnya saja yang hadir dalam proses pemakaman tersebut,” ungkap kakak Supranoto.

Calon Istri Supranoto kata dia, cukup baik dan sudah berkomunikasi dengan pihak keluarga. Bahkan Supranoto sempat meminta kepada selururuh keluarga besar untuk hadir dalam persepsi pernikahannya yang rencananya akan dilaksanakan besar-besaran di Desanya tersebut.

“Dia sempat menelpon beberapa waktu lalu. Seluruh keluarga ditelponnya dan dia mengatakan kalau semua keluarga harus datang dalam proses pernikahannya karena akan dilaksanakan dengan meriah,” ungkap saudaranya yang lain.

Proses pemakaman yang dilaksanakan secara militer
Proses pemakaman yang dilaksanakan secara militer

Pemakaman Militer

Pemakaman Pratu Supranoto dilaksanakan dengan cara militer yang melibatkan anggota TNI AU baik yang datang langsung dari pusat maupun dari Lanud Palembang dan sejumlah anggota TNI yang berada di lingkungan Dandim 04/03 OKU. Sebelum upacara pemakaman berlangsung dilaksanakan upacara serahterima dari pihak TNI kepada keluarga yang kemudian jenazah korban yang tiba di rumah duka sekitar pukul 22.00 langsung dibawa ke pemakaman dengan pengawalan ketat.

Setibanya di pemakaman upacara pemakaman kembali dilaksanakan dengan inspektur upacara Pabung OKU Timur Mayor Sumarto. Upacara pemakaman Supranoto berlangsung khidmat dan khusyuk terdengar tangisan sejumlah anggota keluarga ketika peti dimasukkan dalam liang lahat dan perlahan ditimbun. Usai memberikan doa dan menaburkan bunga, sejumlah keluarga dan prajurit TNI yang ada membubarkan diri dan langsung menuju rumah duka untuk bersiap-siap bertolak kembali ke Jakarta.