Pertumbuhan Ekonomi OKUT Turun Jadi 5.19 Persen

Sidang Paripurna LKPJ Bupati OKU Timur tahun 2015
loading...

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Laju pertumbuhan ekonomi di Kabupaten OKU Timur tahun 2014 mengalami penurunan menjadi 5,19 persen dari tahun sebelumnya sebesar 6,96 persen. Penurunan tersebut disebabkan oleh adanya krisis ekonomi dan krisis keuangan yang terjadi dalam kurun waktu seperti penurunan harga komoditi andalan penduduk daerah seperti karet. Demikian diungkapkan Bupati OKU Timur HM Kholid MD dalam sambutannya pada sidang paripurna DPRD dengan agenda peyampaian Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) atas peyelenggaraan pemerintah daerah tahun 2015 Bupati OKU Timur Senin (11/4/2016).

“Untuk kontribusi sektor pertanian saat ini sebesar 43,91 persen. Seterusnya disusul oleh sektor kontruksi 15,61 persen dan perdagangan besar dan eceran yang memiliki peranan sebesar 12,91 persen,” ungkap Kholid.

Jika dilihat dari pertumbuhan persektor kata dia, sebagian ada yang mengalami keterlambatan seperti sektor unggulan yakni pertanian yang sebelumnya sebesar 5,34 persen di tahun 2013 turun menjadi 1,42 persen pada tahun 2014. Akan tetapi lanjutnya,

“Namun ada juga yang mengalami pertumbuhan cukup signifikan yakni dari sektor jasa pendidikan yang sebelumnya tahun 2013 mencapai 8,16 persen mengalami peningkatan tahun 2014 menjadi 13,65.

 Sedangkan untuk Realisasi PAD OKU Timur menunjukan peningkatan, yakni pada tahun 2014 sebesar Rp. 62.444.372.201,39, menjadi Rp. 63.708.389.407,83 tahun 2015, mengalami peningkatan sebesar 2,02 persen. Adapun capaian realisasi PAD tahun 2015 adalah 119,62 persen dari target 119,62 persen dari target 53.275.963.600,00.

“Peyampayaian LKPJ, merupakan salah satu kewajiban konstitusional yang harus disampaikan kepala daerah kepada Legislatif sesuai dengan amanat UU Nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah, dan peraturan pemerintah nomer 3 tahun 2007 tentang laporan peyelenggaraan pemerintah daerah kepada pemerintah,” katanya seraya mengatakan, OKU Timur saat ini memiliki 20 Kecamatan dan 305 desa definitif yang dibagi dalam 20 desa persiapan serta 7 kelurahan dengan jumlah penduduk sebanyak 628. 953 jiwa yang terdiri dari 51,41 persen laki-laki dan 48,59 persen perempuan.