Potongan Korban Mutilasi Ditemukan di OKUT

Potongan tubuh korban mutilasi yang ditemukan di aliran Anak Sungai Komering Desa Tanjungkemala.

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Belum hilang dalam ingatan masyarakat tentang korban mutilasi yang terjadi di Tangerang, masyarakat kembali di hebohkan dengan adanya penemuan sepasang kaki dan potongan kepala di Desa Tanjungkemala, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur yang diduga merupakan korban mutilasi Selasa (19/4/2016) sekitar pukul 14.30.

Potongan tubuh berjenis kelamin laki-laki tersebut diduga sudah dibunuh sekitar 3 hari lalu mengingat kondisi tubuh korban yang sudah mulai membusuk.  Polisi yang tiba dilokasi beberapa saat setelah mendapat laporan langsung menyisir lokasi untuk menemukan potongan tubuh lainnya dan berhasil menemukan kepala korban yang berjarak sekitar 100 meter dari penemuan sepasang kaki tersebut dengan keadaan terbungkus asoy hitam.

Informasinya Selasa (19/5/2016) penemuan potongan tubuh tersebut berawal ketika seorang warga berinisial Y sedang mencari ikan di aliran anak sungai komering. Y yang mencium bau tidak sedap langsung mencari asal aroma tersebut dan menemukan potongan tubuh berupa sepasang kaki hingga pangkal paha yang tersangkut tumpukan sampah di aliran sungai.

Y yang tekejut dan ketakutan melihat potongan tubuh tersebut langsung meninggalkan lokasi dan melaporkan penemuan tersebut kepada kepala desa setempat. Sekitar 30 menit usai penemuan oleh Y, warga bersama kepala desa kemudian melaporkan penemuan itu kepada polisi yang langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP). Polisi yang tiba dilokasi langsung mengamankan potongan kaki korban dan berusaha mencari bagian tubuh lainnya di sekitar lokasi hingga akhirnya menemukan potongan kaki lainnya.

Polisi yang menduga potongan tubuh yang dibunuh dengan dimutilasi tersebut dibuang tidak berjauhan langsung menyisir lokasi kejadian dan berhasil menemukan potongan kepala hingga leher yang terbungkus asoy hitam.

Kendati petugas sudah berusaha mencari potongan tubuh lainnya di lokasi kejadian namun hasil pencarian masih nihil untuk menemukan potongan tubuh korban yang hingga saat ini belum ditemukan. Untuk kepentingan penyidikan polisi kemudian membawa potongan tubuh korban untuk penyelidikan lebih lanjut.

Kepala Desa Tanjungkemala Saiful Bahri ketika dibincangi di lokasi kejadian membenarkan adanya penemuan mayat tersebut yang saat ini sudah diselidiki oleh pihak kepolisian. Menurut Saiful, dia bersama warga lainnya langsung melakukan penyisiran membantu polisi menemukan potongan tubuh korban.

Dirinya juga mengaku belum bisa memastikan identitas korban. Saat ini dirinya masih mencari tahu kemungkinan korban merupakan warganya mengingat TKP berlokasi di sekitar desanya.

“Sekitar pukul 14.30 sore, beberapa warga melaporkan bahwa mereka menemukan mayat berupa potongan sepasang kaki yang sudah membusuk. Polisi langsung mengamankan lokasi dan mengevakuasi potongan tubuh korban,” katanya.

Sementara Kapolres OKU Timur AKBP Saut P Sinaga melalui Kasat Reskrim AKP Yon Edi winara mengatakan hingga saat ini pihaknya masih melakukan pencarian potongan tubuh korban lainnya berupa tubuh dari leher hingga perut. Menurut Yon, potongan tubuh yang ditemukan hingga saat ini berupa sepasang kaki hingga paha, dan kepala yang dipenggal hingga leher.

Berdasarkan analisa dokter kata dia, mayat korban diduga sudah meninggal dunia lebih dari 48 jam yang dilakukan dengan tenang oleh pelaku mengingat kondisi korban dalam keadaan terpotong dan dibuang secara terpisah.

“Yang jelas ini adalah pembunuhan berencana yang dilakukan pelakunya yang bisa saja didasari oleh dendam pelaku. Kita belum menemukan identitas pelaku. Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan dan menyisil lokasi kejadian untuk menemukan potongan tubuh korban lainnya,” kata Kasat.

Kasat mengaku belum mengetahui secara pasti berapa bagian tubuh korban yang dimutilasi mengingat saat ini baru tiga bagian tubuh yang ditemukan. Bisa saja kata dia, korban dimutilasi menjadi empat bagian karena hingga saat ini yang belum ditemukan adalah bagian tubuh dari leher hingga pangkal paha.