Polisi Sisir TKP dan Cari Identitas Korban Mutilasi

Potongan tubuh korban mutilasi yang ditemukan di aliran Anak Sungai Komering Desa Tanjungkemala.

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Kasus pembunuhan dengan memutilasi korbannya di Kecamatan Martapura tepatnya di Desa Tanjungkemala, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur hingga saat ini belum menemukan titik terang mulai dri identitas korban maupun pelaku pembunuhan. Polisi bergerak cepat melakukan pemeriksaan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mengetahui lebih rinci terjadinya pembunuhan tersebut.

Selain melakukan penyisiran di lokasi penemuan anggota tubuh korban, Polisi juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menyisir TKP agar anggota anggota tubuh korban yang hilang segera ditemukan.

Hingga H+2 pasca penemuan potongan tubuh berupa sepasang kaki dan kepala korban, polisi masih berada di lapangan untuk mencari potongan tubuh lainnya serta mencari informasi mengenai identitas korban baik dari masyarakat sekitar maupun dengan cara menghubungi masyarakat agar segera melaporkan jika ada anggota keluarga yang hilang.

“Kita menghimbau masyarakat untuk membantu polisi dalam menyisir TKP dalam rangka menemukan anggota tubuh korban yang masih hilang. Selain itu, polisi juga memberikan ruang komunikasi kepada warga untuk melaporkan jika ada keluarga yang hilang atau ada warga sekitar masyarakat yang hilang dan belum ditemukan,” ungkap Kapolres OKU Timur AKBP Saut P Sinaga melalui kasat Reskrim AKP Yon Edi Winara Rabu (20/4). Menurut Yon, anggota polisi saat ini masih melakukan penyisiran dan penyidikan di lapangan untuk mengungkap kasus pembunuhan sadis tersebut.

Sementara masyarakat yang masih dihebohkan dengan adanya penemuan potongan tubuh manusia yang belum utuh tersebut terus mencari informasi kepada sesama masyarakat lainnya agar identitas korban dan pelaku segera terungkap.

“Banyak informasi menyebutkan bahwa korban warga Martapura. Namun setelah di cek ternyata bukan, ada juga yang menyebutkan warga Sungaituha dan juga ternyata bukan. Terakhir ada yang mengatakan bahwa korban merupakan tukang Es yang biasa berkeliling, namun jika dilihat dari usia korban tidak mungkin karena tukang Es yang biasa berkeliling sudah berusia lebih tua,” ungkap warga sekitar kejadian.

Penemuan sepasang kaki dan potongan kepala korban mutilasi tersebut pertamakali ditemukan oleh warga yang akan pergi mencari ikan berinisial Y Selasa (19/4) sekitar pukul 14.30. di Desa Tanjungkemala, Kecamatan Martapura.

Potongan tubuh berjenis kelamin laki-laki tersebut diduga sudah dibunuh lebih dari 48 jam dengan kondisi tubuh korban yang sudah mulai membusuk.  Polisi yang tiba dilokasi beberapa saat setelah mendapat laporan langsung menyisir lokasi untuk menemukan potongan tubuh lainnya dan berhasil menemukan kepala korban yang berjarak sekitar 100 meter dari penemuan sepasang kaki tersebut dengan keadaan terbungkus asoy hitam.

“Sekitar pukul 14.30 sore, beberapa warga melaporkan bahwa mereka menemukan mayat berupa potongan sepasang kaki yang sudah membusuk. Polisi langsung mengamankan lokasi dan mengevakuasi potongan tubuh korban,” katanya.