Tukang Sapu Mengaku Lihat Potongan Tubuh Di Sungaituha

Sejumlah anggota kepolisian dibantu masyarakat sekitar saat melakukan penyisiran aliran sungai di Desa Sungai Tuha untuk menemukan potongan jasad korban mutilasi.

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – H+2 pasca ditemukannya potongan tubuh manusia berupa sepasang kaki dan kepala yang sudah membusuk di Jembatan II anak sungai Komering Desa Tanjungkemala, OKU Timur, Kamis (21/4/2016) Polisi dibantu warga terus mengembangkan pencarian hingga beberapa kilometer dari lokasi penemuan sepasang kaki dan kepala tersebut ke Aliran Sungaituha di Kelurahan Sungaituha Jaya, kecamatan Martapura.

Pencarian anggota tubuh korban berupa badan dan sepasang tangan tersebut berdasarkan informasi dari warga dan tukang sapu yang mengaku pernah melihat jasad korban yang sedang dimakan empat hewan melata di aliran sungai tersebut dengan kondisi tanpa kepala, kaki dan tanpa telapak tangan.

Polisi dan warga yang mendapat informasi tersebut langsung melakukan penyisiran hingga ke hilir sungai, namun hingga beberapa jam pencarian dilakukan tidak ditemukan adanya potongan tubuh korban mutilasi tersebut hingga akhirnya polisi memutuskan untuk menghentikan sementara pencarian untuk kemudian dilanjutkan kembali.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dilapangan, pencarian jasad korban yang berjarak sekitar 10 Kilomter (Km) dari lokasi penemuaan kaki dan kepala tersebut berdasarkan informasi dari sejumlah warga yang mengaku pernah mendapat kabar mengenai adanya tubuh tanpa kepala di aliran sungai tersebut dengan kondisi sedang di gerogoti oleh empat hewan melata jenis Biawak.

“Beberapa hari lalu ada seorang tukang sapu yang sedang menyapu di jembatan mengaku melihat jasad tanpa kepala, kaki dan kedua telapak tangan mengapung di sungai yang sedang ditarik-tarik oleh empat ekor biawak ke pinggir. Namun karena dia tidak melapor dan tidak memberitahukan dengan cepat jadi warga sekarang tidak terlalu memperdulikannya,” ungkap warga sekitar ketika dikonfirmasi.

Setelah penemuan sepasang kaki dan kepala di Jembatan II desa Tanjungkemala, baru kemudian warga kembali heboh dan berspekulasi bahwa jasad yang dilihat tukang sapu tersebut merupakan jasad yang dibuang pelakunya secara terpisah.

“Jelas sekali dia melihatnya. Sayangnya ketika dilakukan penyisiran beberapa hari kemudian tidak ditemukan ada jasad manusia. Kemungkinan sudah dibawa arus atau sudah habis dimakan biawak karena sudah berlangsung beberapa hari dan sudah pernah banjir cukup besar selama beberapa hari ini,” ungkap warga tersebut.