Ogan Komering Enim Bisa Jadi Provinsi Baru

Wacana pembentukan Provinsi Ogan Komering Enim

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Wacana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) di Provinsi Sumatera Selatan (sumsel) selain dikemukakan oleh tokoh yang saat ini sedang melakukan penggodokan pemekaran Provinsi baru yang bernama Sumsel Barat, juga muncul ide untuk pemekaran lima kabupaten lainnya masing-masing Kabupaten OKU, OKU Timur, OKU Selatan, OKI, dan Muaraenim.

Wacana pembentukan DOB tersebut terungkap dalam pertemuan yang digelar sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh pemuda di Hotel Bill Baturaja Jumat (29/4/2016) yang dihadiri oleh Tokoh Komering OKU Timur H Leo Budi Rahmadi, Rektor Universitas Baturaja (Unbara), Dr Bambang Sulistyo, akademisi Hendra Alfani, dan H Alamsyah serta sejumlah tokoh pemuda lainnya.

Dalam sambutannya, Leo menyebutkan bahwa kelayakan pemekaran provinsi baru tersebut sudah sepantasnya, mengingat semua potensi yang ada di lima kabupaten tersebut sudah memenuhi untuk menjadi sebuah Daerah Otonomi Baru (DOB).

Leo memaparkan kelayakan lima kabupaten tersebut dimekarkan bisa membuka sejumlah wilayah di lima kabupaten yang saat ini masih terisolasi. Selain itu, dengan terbentuknya provinsi baru tentunya bisa mengelola daerahnya sendiri yang akan berimbas pada kesejahteraan masyarakat.

Adapun potensi pemekaran lima kabupaten tersebut kata Leo, masing-masing Kabupaten OKU menjadi dua yakni (Kota Baturaja dan Ibu kota Kabupaten OKU bergeser ke Peninjauan atau Ulu Ogan, Kabupten OKU Timur menjadi tiga (Kota Martapura, KabupatenBelitang Raya dan Ibu Kota OKU Timur bergeser ke Kecamatan Madang Suku I (Rasuan), Kabupaten OKU Selatan Menjadi tiga (Kota Muara Dua, Kabupaten Ranau dan Ibukota OKU Selatan Pindah Ke Pulau beringin atau Kisam), Kabupaten OKI menjadi dua (Kabupaten OKI tetap di Kayu Agung dan Kabupaten Pantai Barat), dan Kabupaten Muara Enim menjadi tiga (Kabupaten Semende ibukota di Pulau Panggung, Kabuaten Gelumbang dan Kabupaten Muara Enim).

Sedangkan menurut rektor Unbara Dr Bambang Sulistyo dalam obrolannya mengaku menyambut baik adanya wacana tersebut. Menurutnya, lima kabupaten tersebut sudah layak untuk menjadi sebuah provinsi, namun sebelumnya terlebih dahulu perlu dilakukan pengkajian lebih mendalam mengenai kelayakan kabupaten tersebut baik dari segi, penduduk, ekonomi hingga budaya yang ada.

“Bahkan bisa saja kita menggandeng kabupaten tetangga yakni Way Kanan,” katanya.

Sementara akademisi lainnya Hendra Alfani menyebutkan bahwa pembentukan DOB dari lima kabupaten tersebut sudah sangat layak baik dari segi batas wilayah, maupun jumlah penduduk. Jika memang memiliki keinginan kata dia, tidak ada alasan lagi jika ide tersebut tidak di dukung.

“Kalau mau berbicara dari sektor pendidikan, empat kabupaten sudah semestinya memiliki sebuah lembaga pendidikan yang ada saat ini yakni Unbara dengan kualitas yang lebih layak mewakili sebuah Provinsi seperti halnya saat ini Unsri,” katanya.

Sementara akademisi lainnya H Alamsyah menuturkan, dalam pembentukan daerah baru, bisa belajar dari sejarah pemekaran kabupaten di Sumsel seperti Ogan Ilir (OI), bahwa sebuah daerah bisa mekar jika ada jaminan dari elit politik.