Dua Mayat di OKU Timur Ditemukan Sudah Membusuk

Sebanyak dua mayat ditemukan dalam keadaan membusuk di lokasi berbeda masing-masing kecamatan Martapura dan Jayapura.

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Warga Kabupaten OKU Timur dalam satu bulan terakhir terus dikejutkan dengan penemuan sejumlah mayat. Satu bulan sebelumnya, warga menemukan mayat tanpa identitas dalam kondisi mengenaskan dengan kepala dan kaki yang sudah terpotong yang diduga korban mutilasi.

Belum terungkap identitas dari korban mutilasi tersebut, dua mayat kembali ditemukan di lokasi terpisah Rabu (11/5/2016) pagi dan siang hari masing-masing di Desa Tebatsari Kecamatan, Martapura, dan Kecamatan Jayapura.

Penemuan mayat pertama di Desa Tebatsari sekitar pukul 08.00 pagi yang diketahui bernama Suyitno (60) warga desa Tebatsari. Belum diketahui penyebab meninggalnya korban karena berdasarkan hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya bekas luka atau benturan benda tumpul.

“Saya melihat sesosok mayat sudah tergeletak di sebuah pondok. Awalnya saya mencium aroma busuk dan ketika saya dekati, ternyata ada sesosok mayat yang sudah membusuk disebuah pondok,” ungkap Sari Kristiasih (40) saksi mata ketika diwawancarai.

Menurut Sari, setelah menemukan jasad korban, dirinya langsung memberitahukan kepada sejumlah warga lainnya dan pihak kepolisian untuk melakukan evakuasi korban yang langsung dibawa ke rumah sakit umum.

Sedangkan Suwantono, yang merupakan adik korban ketika dikonfirmasi mengaku belum mengetahui penyebab kematian kakaknya. Namun kata dia, korban selama ini mengalami gangguan jiwa dengan yang kesehariannya tinggal dilokasi yang tidak menentu.

Sedangkan penemuan mayat lainnya terjadi di Desa Bungamayang, Kecamatan Jayapura, tepatnya di perkebunan sawit tepatnya sekitar pukul 10.00 dua jam setelah penemuan mayat pertama di Desa tebatsari.

Mayat kedua yang diketahui bernama Dodi (40) warga Desa Bungayamayang kecamatan jayapura yang ditemukan tergantung di perkebunan sawit milik PT WWK dengan kondisi duduk bersila. Belum diketahui apakah korban meninggal akibat pembunuhan atau bunuh diri karena hingga saat ini polisi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami mendapatkan laporan dari warga sekitar, ada mayat laki-laki tergantung dipohon sawit dengan kondisi tubuh yang mulai membusuk. Dari hasil olah TKP, ditemukan sejumlah barang bukti seperti berupa sepasang sandal jepit, tas punggung berwarna hitam berisikan pakaian,” ungkap Kapolres OKU Timur AKBP Saut P Sinaga, melalui Kasat Reskrim AKP Bagus Adi Suranto Sik.

Saat ini kata dia, pihaknya masih melakukan penyelidikan guna mengetahui dugaan apakah korban dibunuh atau tidak.

Sedangkan untuk penemuan mayat di Desa Tebatsari, menurut Kapolsek Martapura AKP M Ginting melalui Kanit Reskrim, IPDA Erwansyah pihaknya masih melakukan penyelidikan mengenai penyebab kematian korban.