Ekstasi Senilai Rp. 3,6 Miliar Gagal Masuk OKUT

Ribuan narkoba jenis ekstasi yang akan diselundupkan ke wilayah OKU Timur yang dipasok dari Jakarta berhasil digagalkan oleh Sat Narkoba bekerjasama dengan Sat Intelkam.

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Keberhasilan pihak kepolisian dalam menggagalkan perdagangan gelap Narkoba jenis ekstasi yang akan dipasok ke OKU Timur menunjukkan bahwa potensi peredaran narkoba dan pangsa pasar penjualan narkoba di OKU Timur cukup besar.

Tidak tanggung-tanggung, Polisi berhasil mengagalkan pengiriman narkoba ke OKU Timur sebanyak 12 ribu butir pil jenis ekstasi tanpa merk senilai Rp. 3,6 Miliar.

Informasinya Senin (16/5/2016) kronologis penangkapan tersangka yang membawa 12 ribu pil ekstasi tersebut dilakukan pada Jumat (13/5/2016) lalu sekitar pukul 05.30 di sebuah bis yang baru tiba dari Kota Jakarta. Sat narkoba yang bekerjasama dengan sat Intelkam yang mendapatkan informasi dari masyarakat akan ada pengiriman narkoba dalam jumlah besar langsung melakukan pengintaian selama tujuh hari.

Setelah tujuh hari melakukan pengintaian, Polisi akhirnya berhasil mengamankan tersangka FS (30) warga Jakarta yang baru turun dari bisa yang berasal dari Jakarta. Tersangka yang dicurigai membawa narkoba jenis ekstasi langsung didekati petugas dan dilakukan pemeriksaan serta penggeledahan. Polisi kemudian menemukan barang bukti berupa narkoba jenis ekstasi sebanyak 12 Ribu butir.

Selain mengamankan tersangka, Polisi juga mengamankan barang bukti lainnya berupa pil ekstasi sebanyak 12 Ribu butir berwarna coklat senilai Rp. 3,6 Miliar satu unit HP merk Samsung, satu buah tas ransel, jaket, dan baju yang digunakan untuk membungkus narkoba serta kadus mie instant yang digunakan untuk membawa narkoba tersebut.

Menurut Kapolres OKU Timur AKBP Audie S Latuheru ribuan pil ekstasi tanpa merk tersebut jika dilihat dari bentuk dan jenisnya kemungkinan merupakan kualitas terbaik yang hingga saat ini masih dalam penyelidikan apakah dipasok dari dalam negeri atau dari luar negeri karena pihak kepolisian masih mengalami kesulitan dalam meminta keterangan tersangka yang diduga sebagai kurir.

“Untuk saat ini tersangka merupakan kurir untuk narkoba yang berhasil diungkap ini. Mengenai asal dan kemana dan kepada siapa akan dikirim kami masih mengalami kesulitan karena tersangka masih belum banyak biacara,” katanya seraya mengatakan, tersangka dijerat pasar 114 ayat 2 dan pasar 112 ayat 2 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan pidana hukuman mati atau seumur hidup.

Polisi kata Audie akan terus melakukan penelusuran terhadap peredaran narkoba di OKU Timur karena jika dilihat dari barang bukti yang berhasil diungkap, kemunginan besar peredaran narkoba di OKU Timur cukup besar. Namun kata dia, polisi tidak akan mampu untuk bekerja maksimal tanpa adanya bantuan dan informasi dari masyarakat serta pemerintah daerah. Untuk itu dirinya menghimbau kepada masyarakat yang memiliki informasi untuk dapat menghubungi pihak kepolisian agar segera dilakukan pengungkapan dan penangkapan.

“Kita juga menghimbau kepada masyarakat untuk dapat menjauhi narkoba dan segera melaporkan jika ada informasi mengenai peredaran gelap narkoba di OKU Timur yang bisa merusak generasi muda dan masyarakat OKU Timur,” katanya.

Sedangkan tersangka FS ketika diwawancarai mengaku baru pertama kali membawa narkoba jenis ekstasi ke OKU Timur. Dirinya mengakui bahwa dalam kasus tersebut dia hanya berperan sebagai kurir yang mengantarkan narkoba tersebut dengan komisi sebesar Rp. 2 Juta. Namun tersangka mengaku tidak mengetahui kemana narkoba tersebut akan dipasok dan asal narkoba tersebut.

Sedangkan Bupati OKU Timur HM Kholid MD mengapresiasi pengungkapan narkoba yang dilakukan oleh pihak kepolisian tersebut. Menurut Kholid, bahaya yang ditimbulkan narkoba cukup besar karena pengguna narkoba akan melakukan tindakan nekat jika sudah kecanduan. Untuk itu dirinya menghimbau kepada masyarakat untuk besarma-sama menyatakan perang terhadap narkoba.

“Terimakasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada pihak kepolisian yang telah mengungkap narkoba dalam jumlah besar tersebut. Dari pengungkap[an ini bisa dibayangkan berapa ribu masyarakat yang bisa diselamatkan,” katanya.