Puluhan Anggota DPRD Absen Paripurna

Puluhan anggota DPRD tidak hadir dalam paripurna pembahasan Raperda sehingga sidang paripurna terpaksa dibatalkan karena tidak kuorum.

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Sidang paripurna ke-3 masa persidangan ke-2 DPRD Kabupaten OKU Timur tahun 2016 dengan agenda membahas dan meneliti Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), Senin (16/5/2016) terpaksa ditunda karena tidak kuorum hingga waktu yang belum bisa ditentukan.

Tidak kuorumnya sidang paripurna tersebut dianggap Sekretaris Dewan, Novian Sarkomi merupakan hal yang biasa terjadi dalam sidang paripurna. Dalam Tata Tertib kata dia, jika dua kali terjadi skorsing maka persidangan harus dilakukan penundaan untuk selanjutnya menunggu menunggu keputusan Basan musyawarah (Banmus) untuk menentukan jadwal rapat paripurna baru.

“Tidak kuorum karena anggota yang hadir sebanyak 20 orang, awalnya hanya 18 orang setelah diskor bertambah dua orang hingga akhirnya sidang terpaksa ditunda,” jelasnya.

Bupati OKU Timur HM Kholid MD yang sebelumnya sudah tiba di ruang sidang paripurna terpaksa meninggalkan ruang sidang karena sejumlah anggota DPRD yang tidak hadir meski sudah dilakukan penundaan beberapa menit.

Kholid menyesalkan tidak kuorumnya sidang tersebut karena yang akan dibahas dalam persidangan tersebut adalah empat Raperda dan satu Raperda yang sangat penting untuk segera diselesaikan demi kepentingan masyarakat OKU Timur.

“Keempat Raperda tersebut masing-masing terkait masalah tower, batubara, pilkades serentak dan narkoba,” katanya.

Terlebih Raperda tentang Pilkades serentak lanjut Kholid, karena itu perintah Undang- Undang, jika ini tidak sampai dibahas tentu sangat berbahaya dan akan menjadi kendala bagi masyarakat desa, khususnya yang akan melaksanakan pilkades serentak. Tahun 2016 akan terjadi pergantian kades yang cukup banyak, sementara ini baru bisa dilakukan jika perdanya sudah ada.

Sedangkan Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD OKU Timur Junaidi majid mengatakan, ketidakhadiran anggota pada dasarnya disebabkan karena belum mengetahui substansi yang akan dibahas dalam sidang paripurna  hari ini.

“Memang belum ada pembahasan Raperda ini sebelumnya sehingga banyak anggota dewan yang tidak mengetahui,” katanya

Dengan kejadian ini, Junaidi berharap kepada para ketua fraksi untuk segera memberitahu anggotanya masing masing sehingga sidang paripurna dalam rangka pembahasan tentang Raperda ini dapat segera mungkin digelar.