Harga Ayam Mulai Naik Jelang Ramadhan

Ilutrasi pedagang ayam

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Menjelang pelaksanaan Bulan Suci Ramadhan 1437 Hijriah (H) harga ayam di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten OKU Timur mulai mengalami kenaikan sejak satu minggu terakhir.

Meski tidak terlalu signifikan, namun kenaikan harga tersebut diprediksi akan terus terjadi hingga menjelang pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri. Harga ayam potong mengalami kenaikan sebesar Rp. 5.000 per potong menjadi Rp. 32 ribu dari sebekumnya yang hanya Rp. 28 Ribu.

Menurut sejumlah pedagang yang ditemui Kamis (19/5/2016) kenaikan harga ayam potong tersebut disebabkan karena naiknya harga dari pemasok yang datang dari daerah Belitang dan beberapa daerah lainnya yang menjual ke Pasar Martapura.

“Rata-rata naiknya mulai Rp. 2.500 hingga Rp. 5.000 per potong. Semuanya tergantung ukuran. Kenaikan tersebut sebenarnya bukan karena adanya kelangkaan atau pesanan yang tinggi. Namun disebabkan karena tren kenaikan harga barang menjelang bulan ramadhan yang selalu terjadi setiap tahunnya,” ungkap Hamzah (24) salah satu pedagang ayam ketika diwawancarai.

Menurut Hamzah, sejak harga ayam tersebut mengalami kenaikan minat dan daya beli konsumen mengalami penurunan cukup tinggi. Bahkan yang sebelumnya dia mampu menjual ayam hingga 50 kilogram per hari, sejak mengalami kenaikan hanya mampu menjual ayam sebanyak 30 kilogram perhari.

Sedangkan Sulas (46), pedagang lainnya mengeluhkan naiknya harga harga daging ayam tersebut yang berimbas pada menurunnya permintaan konsumen. Sejak kenaikan tersebut kata dia, konsumen kebanyakan langsung beralih bahkan mereka tidak berani menawar harga yang kemungkinan disebabkan karena tingginya harga barang.

“Perekonomian sekarang sedang jatuh dan harga mengalami kenaikan. Tentu saja konsumen tidak berani menawar harga. Mereka lebih memilih untuk membeli yang lain dibandingkan membeli ayam dengan harga yang cukup tinggi,” jelasnya.

Menurutnya, salah satu konsumen yang masih bertahan dengan harga tersebut adalah pengusaha rumah makan yang sudah menjadi langganannya. Sedangkan masyarakat biasa kata dia, ada yang beralih ke jeroan seperti usus atau ati ampela yang kenaikan harganya tidak terlalu signifikan.