Puluhan Kilometer Jalan Provinsi Jadi Kubangan

Ruas jalan provinsi yang menghubungkan antara wilayah Martapura dan belitang sepanjang puluhan kilometer rusak parah dan berubah menjadi kubangan.

KABAROKUTIMUR.COM | MARTAPURA – Ruas jalan Provinsi Sumatera Selatan yang berlokasi di Kabupaten OKU Timur sepanjang puluhan kilometer (KM) mengalami kerusakan yang cukup parah sehingga membahayakan pengendara baik sepeda motor maupun kendaraan roda empat.

Perbaikan ruas jalan Provinsi yang sudah mengalami kerusakan sejak beberapa tahun tersebut hanya hanya sesekali dan bersifat tambal sulam serta penimbunan yang hanya bertahan beberapa minggu saja.

Dari pengamatan Kamis (26/5/2016), kerusakan ruas jalan provinsi terjadi mulai dari BK 0 hingga BK 16 atau biasa disebut jalur Belitang. Sedangkan untuk Jalur Komering kerusakan juga terjadi cukup parah yang kerap dimanfaatkan sejumah oknum masyarakat untuk meminta uang kepada sopir yang melintas dengan modus pura-pura melakukan penimbunan.

“Jalan sudah seperti kubangan kerbau dan tidak pernah ada perhatian dari pemerintah provinsi. Ruas jalan ini sudah rusak sejak beberapa tahun lalu. Entah kapan ada perhatian dari pihak pemerintah. Masyarakat sangat berharap pemerintah melakukan perbaikan ruas jalan yang sudah mengalami kerusakan sejak beberapa tahun terkahir,” ungkap Ilung (24) salah satu pengendara ketika diwawancarai.

Menurut Ilung, kerusakan ruas jalan provinsi tersebut selalu menjadi pembicaraan hangat dikalangan masyarakat karena kerusakannya sudah terjadi cukup lama dan seakan dianaktirikan dan tidak pernah dilakukan perbaikan.

“Bahkan ada masyarakat yang membuat meme di media sosial yang menyatakan kerusakan jalan yang penuh dengan lubang berisi air bisa dijadikan untuk lokasi memancing,” katanya.

Sementara Amir (40) mengatakan kondisi jalan Provinsi Sumatera Selatan yang menghubungkan antara wilayah Martapura dengan Belitang tersebut saat ini dipenuhi oleh lubang-lubang yang digenangi air sehingga menyebabkan pengendara harus berhati-hati karena lubang yang cukup dalam.

“Biasanya ada perbaikan namun tidak pernah maksimal. Hanya bersifat tambal sulam. Entah apa yang menyebabkan jalan provinsi ini tidak pernah di perbaiki. Mungkin karena pak gubernur dan pak wakil gubernur belum pernah melihat secara langsung jadi mereka tidak mengetahui betapa parahnya ruas jalan ini,” katanya.