Banjir Bandang di Bunga Mayang Hanyutkan Rumah Bustan

Salah satu rumah milik Bustan yang tenggelam hingga akhirnya hanyut saat banjir bandang akibat meluapnya sungai Bungin.

KABAROKUTIMUR.COM | MARTAPURA – Sebanyak satu unit rumah papan tanpa penghuni yang merupakan milik Bustan di Desa Baturajabungin, Kecamatan Bungamayang, Kabupaten OKU Timur hanyut terseret banjir bandang Minggu (29/5/2016) sekitar pukul 21.30 malam. Tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut, namun kerugian sementara ditaksir mencapai Rp. 16 Juta.

Informasinya Senin (30/5/2016), banjir bandang yang menghanyutkan rumah tanpa penghuni tersebut berawal ketika air di sungai Bungin meluap dan naik hingga ke badan jalan setinggi sekitar satu meter yang menyebabkan sejumlah kendaraan tertahan. Selain menyebabkan jalan macet, banjir bandang tersebut juga menyebabkan satu rumah milik Bustan yang tidak dihuni hanyut terbawa arus.

Warga yang mulai panik melihat sungai yang terus meninggi langsung waspada dan berusaha untuk mencari lokasi yang lebih tinggi. Beruntung kondisi tersebut tidak berlangsung lama dan air kemundian langsung surut sehingga warga bisa kembali ke rumah mereka masing-masing dengan tenang.

“Sungai Bungin meluap dan naik ke badan jalan sehingga sempat menyebabkan kamacetan. Selain itu, air juga membuat rumah milik Bustan hanyut. Namun saat ini air sudah kembali normal. Namun kita tetap meminta warga untuk waspada,” ungkap Kepala BPBD OKU Timur H Rusman Senin (30/5/2016).

Menurut Rusman, dalam beberapa hari terakhir cuaca di wilayah OKU Timur tidak menentu yang terkadang hujan lebat disertai angin dan petir. BPBD kata dia, sudah menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) yang bisa memberikan bantuan setiap ada bencana.

“Namun warga tetap diminta untuk waspada akan ada bencana alam tersebut agar tidak ada korban jiwa. Untuk warga yang bermukim di bantaran Sungai Komering sudah kita himbau. Sedangkan warga yang berlokasi jauh dari sungai kita himbau untuk waspada angin puting beliung,” katanya.

Sedangkan Bupati OKU Timur HM Kholid MD menginstruksikan kepada seluruh camat dan perangkat desa untuk meminta warga waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam yang disebabkan oleh cuaca ekstrem saat ini. Pemerintah kata dia, agar selalu berkoordinasi dengan masyarakat mengenai kemungkinan adanya bencana seperti adanya luapan air sungai atau angin kencang yang kemungkinan terjadi.

“Setiap ada informasi dari BMKG agar segera disampaikan kepada masyarakat agar mereka bisa waspada dan mempersiapkan diri. Namun harapan kita bencana alam yang terjadi tidak menimbulkan korban jiwa dan kerusakan,” katanya.