935 Hektare Tanaman Padi di OKU Timur Alami Fuso

Ilustrasi lahan sawah terendam hingga mengalami fuso (gagal tanam)

KABAROKUTIMUR.COM | MARTAPURA – Sebanyak 935 Hektare (ha) lahan pertanian sawah petani di sejumlah kecamatan di Kabupaten OKU Timur mengalami fuso (gagal tanam, red) akibat bencana banjir yang terjadi sepanjang tahun 2016 priode Februari-April 2016.

Kepala BPBD OKU Timur H Rusman Rabu (1/6/2016) mengatakan, Fuso yang terjadi pada ratusan Ha lahan persawahan petani tersebut sebagian besar terjadi di lahan sawah tadah hujan milik petani yang disebabkan oleh genangan air yang berasal dari luapan sungai Komering.

“Air yang menggeangi sawah petani tidak bisa dikenalikan karena berasal dari luapan Sungai Komering. Sebagian besar lahan sawah yang mengalami fuso adalah lahan sawah tadah hujan,” katanya.

Dikatakan Rusman, 935 Ha lahan sawah yang terkena fuso tersebut tersebar di empat kecamatan masing-masing kecamatan Semendawai Barat, madang suku II, cempaka dan madang suku I. Genangan air di empat kecamatan tersebut cukup lama sehingga menyebabkan padi yang baru berusia beberapa bulan mengalami fuso.

Menurut Rusman, berdasarkan laporan yang masuk ke BPBD OKU Timur banjir yang terjadi di wilayah OKU Timur beberapa waktu lalu hanya menyebabkan kerugian terhadap petani lahan sawah saja.

“Untuk perkebunan dan pertanian lain, belum ada laporan. Kemungkinan ada tanaman jagung atau tanaman lainnya yang berlokasi di pinggiran Sungai Komering yang selalu tergenang ketika aliran sungai meluap,” katanya.

Sedangkan Jamil, warga Desa Tanjungkemala mengatakan, luapan sungai komering yang terjadi beberapa waktu lalu menyebabkan sejumlah tanaman jagung miliknya mati karena terendam cukup lama hingga beberapa hari.

“Tanamannya terendam cukup lama sehingga menyebabkan tanamannya membusuk dan kemudian mati. Luapan sungai terjadi setiap tahun, hanya kedalaman dan lamanya air naik yang kadang berbeda,” katanya.