Assyifa Atlet Karate Asal OKU Timur Wakili Sumsel ke Jakarta

Assyifa Kurniawan Putri yang berhasil meraih medali emas dan perunggu sekaligus dan menjadi perwakilan Sumsel untuk O2SN tingkat Nasional di Jakarta.

KABAROKUTIMUR.COM | MARTAPURA ­– Kabupaten OKU Timur tahun 2016 akan mencetak sejarah dalam bidang olahraga cabang karate tingkat SD yang berhasil menjadi perwakilan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dalam pertandingan O2SN tingkat nasional di Jakarta Juli mendatang setelah berhasil mengalahkan 17 atlet lainnya dari 17 Kabupaten/kota di Sumsel dalam ajang O2SN tingkat Provinsi beberapa waktu lalu.

Assyifa Kurniawan Putri (10) hanya terdiam ketika diwawancarai mengenai proses pelatihan yang dijalankannya bersama Sensei Syarif Alfi sehingga berhasil menjadi atlet yang mewakili Sumsel dalam ajang O2SN untuk SD tingkat nasional setelah berhasil mengalahkan sejumlah lawannya dalam pertandingan tingkat provinsi beberapa waktu lalu.

Dengan berbekal keyakinan dan latihan yang keras bersama Sensei Syarif yang saat ini memegang sabuk Hitam dan III, Assyifa akhirnya berhasil membawa pulang dua medali sekaligus masing-masing medali emas dan medali perunggu untuk kelas Komite (laga) dan kelas Kata (seni).

Assyifa yang sudah malang melintang dalam dunia karate dan mengikuti sejumlah pertandingan memiliki target untuk menjadi atlet yang akan mewakili Indonesia ke luar negeri dengan tekad memenangkan O2SN tingkat nasional tahun 2016.

Meski hanya terdiam dan menghemat bicara, namun terlihat dari pancaran mata putri dari pasangan Heri Kurniawan dan Umaidah Kosim tersebut kekuatan tekad dan keinginan untuk menjadi atlet terbaik dan memenangkan tingkat nasional.

Sensei Syarif ketika diwawancarai mengatakan, latihan yang dilakukan Assyifa cukup keras karena setiap minggu dijadawalkan tiga kali melaksanakan latihan mulai dari fisik hingga tekhnik komite dan seni. Bahkan kata Syarif, dirinya pernah mengajak Assyifa untuk melakukan latihan bersama dengan anggota TNI di lapangan Udara (Lanudad) Gatot Subroto.

atlet

“Pada saat itu semua anggota TNI sudah beristirahat, namun Assyifa tetap melakukan latihan seorang diri. Dia tidak pernah mengeluh ataupun merasa capek. Hal itulah yang membuat saya yakin Assyifa akan menjadi atlet yang membawa nama baik Indonesia umumnya dan khususnya OKU Timur,” kata Syarif yakin.

Menurut Syarif, sebenarnya Assyifa tahun lalu pernah mengikuti pertandingan tingkat nasional dan memperoleh peringkat sembilan dengan mengandalkan pukulan tangan. Untuk itu dalam pertandingan kali ini dirinya merubah pola agar atletnya berhasil meraih medali emas tingkat nasional dan menjadi perwakilan Indonesia ke luar negeri.

“Kecepatan pukulan tangan Assyifa dalam satu detik bisa memukul hingga lima kali dan dalam tujuh detik mampu memukul sebanyak 20 kali. Namun hal itu sudah terbaca oleh musuh. Selain itu tekhnik itu juga memiliki kelemahan untuk Assyifa karena tubuhnya yang kecil tentu saja pukulan tangan tidak maksimal untuk lawan yang tinggi,” jelas Syarif.

Namun setelah dianalisai ternyata pukulan tangan tidak maksimal dan justru akan menguntungkan lawannya yang memiliki postur lebih tinggi. Dari pembejalaran itulah kata Syarif akhirnya dirinya meningkatkan kemampuan Assyifa dengan tendangan selain dengan pukulan sesuai dengan lawan yang akan dihadapi.

“Dan Alhamdulillah tekhnik itu berhasil. Saat pertandingan di Palembang Assyifa mengandalkan tendangan dan beberapa kali telak mengenai lawannya yang postur tubuhnya jauh lebih besar dari dia. Tendangan dan pukulan yang dilancarkannya selalu mengenai lawan sehingga menyebabkan dia menang dan berhasil meraih medali emas,” katanya.

Untuk menghadapi pertandingan di Jakarta Juli mendatang kata Syarif, dirinya akan menggenjot Assyifa dengan melakukan latihan secara penuh dan teratur sejak saat ini. Bahkan saat bulan puasa, dirinya tetap akan mengarahkan agar Assyifa tetap melaksanakan latihan sehingga kemampuannya terus meningkat.

“Kalau untuk fisik tidak usah diragukan lagi. Assyifa fisiknya sudah seperti atelt nasional. Memang badannya kecil dan seperti bukan atlet, namun sebenarnya dia memiliki fisik dan mental yang sangat tangguh,” tegasnya.

Syarif juga mengucapkan terimakasih atas dukungan keluarga terutama kedua orangtua Assyifa yang telah memberikan dukungan secara penuh dalam setiap pertandingan. Sebenarnya kata dia, kemenangan Assyifa dalam pertandingan ini tidak terlepas dari dukungan dan restu dari kedua orangtuanya.

“Harapan kami juga pemerintah daerah memberikan perhatian dan dukungan baik moril maupun materil ketika atlet yang akan membawa nama OKU Timur akan bertanding ke luar daerah. Selain itu, dukungan sarana dan prasarana latihan juga yang masih sangat minim seperti matras dan perlengkapan lainnya yang saat ini masih sangat minim,” jelasnya.

Sedangkan kedua orangtua Assyifa, Heri Kurniawan dan Umaidah ketika diwawancarai  mengaku akan memberikikan dukungan secara penuh untuk kesuksesan anaknya dalam menggapai apa yang dicita-citakannya. Telebih lanjut Heri, anaknya yang saat ini masih duduk di bangku kelas 4 SD IT Mutiara Qolbu selalu berhasil meraih juara dua sejak kelas satu hingga saat ini.

“Jadi ketekunan dan aktifitasnya hingga berhasil memenangkan pertandingan dan menjadi perwakilan provinsi ke tingkat nasional tidak mengganggu jam belajarnya. Artinya jika orangtua benar-benar mendukung semua yang dilakukan oleh anak akan selalu berkesinambungan dan memiliki manfaat,” katanya.