Harga Karet Tidak Stabil, Petani Mulai Beralih

Sejumlah petani karet di Kabupaten OKU Timur mengalihfungsikan lahan mereka menjadi perkebunan ubi racun dari perkebunan karet yang merupakan dampak dari menurunnya harga getah karet.

KABAROKUTIMUR.COM | MARTAPURA – Tingginya prospek singkong racun ditambah dengan harga yang cukup menjanjikan dan stabil membuat sejumlah petani berspekulasi untuk mengganti tanaman perkebunan mereka menjadi tanaman karet.

Tidak sedikit pemilik kebun karet yang sebelumnya menolak untuk mengganti tanaman perkebunan mereka mulai beralih ke tanaman ubi racun karena selain harga getah karet yang tidak pernah stabil lagi, harga ubi yang menjanjikan membuat sejumlah petani memutuskan untuk mengganti lahan pertanian mereka.

“Ubi racun ini sangat menggiurkan dan dalam pembudidayaannya juga mudah. Tidak heran jika sebagian petani karet tergoda menanam singkong racun. Para petani di Kecamatan Martapura yang semula menggeluti tanaman karet sakat ini mulai beralih dan menjajaki tanam singkong racun,” ungkap Saiful (27) warga Martapura ketika dikonfirmasi Rabu (8/6).

Menurut Saiful, saat ini karet kembali mengalami penurunan hingga level terendah sehingga banyak petani yang beralih ke tanaman singkong racun yang hasilnya lebih menjanjikan. Dalam satu Hektare (Ha) sekali panen mampu menghasilkan Rp. 40 hingga Rp. 60 ton ubi siap jual. Dengan harga Rp. 1.000 per kilogram, maka hasil dari satu Hektare sebanyak Rp. 40 Juta lebih.

“Modal yang dikeluarkan mulai dari pengolahan hingga panen sekitar Rp. 10 Juta. Artinya petani masih memiliki simpanan sekitar Rp. 30 Juta. Hasil yang menggiurkan dan pengolahan yang tidak sulit membuat sejumlah petani karet tergiur dan mulai berfikir untuk beralih menanam singkong racun,” jelasnya.

Sedangkan Imam (47) petani lainnya mengaku menanam ubi racun sejak dua tahun terakhir karena selain harga, perawatan dan biaya yang tidak terlalu besar membuat petani tergiur. Petani di wilayah tersebut kata dia, awalnya hanya mencoba-coba. Namun karena hasilnya cukup bagus hingga akhirnya petani yang lain mulai beralih ke tanaman ubi racun tersebut.