HM Kholid Mawardi: OKU Timur Mau Jual Apa ?

Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi saat memberikan sambutan dalam pembukaan safari ramadhan yang digelar di Desa Sukaraja, Kecamatan Buay Madang.

KABAROKUTIMUR.COM | MARTAPURA – Kabupaten OKU Timur harus memiliki nilai jual dimata masyarakat luar baik dalam provinsi Sumatera Selatan maupun tingkat nasional. Demikian diungkapkan Bupati OKU Timur HM Kholid MD dalam sambutannya saat pembukaan safari ramadhan pertama di kediamannya Desa Sukaraja, Kecamatan Buay Madang Kamis (9/6/2016) malam.

Menurut Kholid, masa 100 hari kerja pemerintah Kholid Mawardi dan Fery Antoni harus ada yang dipersiapkan untuk dijual dan bukan hanya sebagai rutinitas dalam pekerjaan saja.

“Orang luar memiliki berbagai potensi yang dibanggakan mulai dari potensi wisata kuliner, wisata alam, dan berbagai destinasi wisata lainnya yang menjadi pusat tujuan wisatawan. Nah, OKU Timur mau jualan apa, dalam pemerintahan kita jangan hanya rutinitas saja. Tekadkan harus memiliki nilai jual dan manfaat untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Kholid dihadapan seluruh kepala SKPD dan masyarakat.

Kholid mencontohkan kabupaten tetangga yang memiliki destinasi wisata seperti kabupaten OKU dengan Gua Putri, dan Gua Harimau dan destinasi wisata lainnya, OKU selatan dengan Danau Ranau. Sedangkan OKU Timur tidak ada yang bisa dijadikan salah satu lokasi destinasi wisata. Untuk itu kata dia, pemerintah harus mencari formula mengenai apa yang bisa dijual untuk kemajuan OKU Timur kedepan.

“Karena penghasilan terbesar masyarakat OKU Timur ini adalah beras. Jadi yang harus kita jual kepada masyarakat luar adalah beras. Yang harus difikirkan adalah apa yang berbeda dengan beras kebanyakan dipasaran. Jangan menjual barang yang sama dengan barang luar,” kata Kholid lagi.

OKU Timur kata dia, akan menjadikan beras organik sebagai bahan ‘jualan’ kepada masyarakat luar. Karena beras organik saat ini masih jarang. Berbeda dengan beras konvensional yang sudah lumrah dimiliki oleh seluruh daerah.

“Kalau OKU Timur mau menjual beras konvensional, maka jangan harap bisa berhasil karena kita pasti akan kalah dengan jawa. Namun jika beras organik, maka yakinlah kita akan maju dan berkembang. Karena selama ini banyak yang meminta suplai beras organik dari OKU Timur ini,” katanya.

Dikatakan Kholid, OKU Timur hasil menjual beras sehat yakni beras organik yang memiliki label. Saat ini label organik itu sedang diajukan dan sedang dalam pemeriksaan. Setelah semuanya selesai kata dia, maka pemerintah OKU Timur bisa menjadikan beras organik sebagai salah satu trend yang ada di OKU Timur.