Tiga Mayat yang Ditemukan di OKU Timur Ternyata Satu Keluarga

KABAROKUTIMUR.COM | MARTAPURA – Dalam kurun waktu beberapa jam setelah penemuan tiga mayat yang penuh dengan luka tusuk dibagian tubuhnya di desa Sukajaya, perbatasan dengan desa Sribulan, Kecamatan Buay Madang Timur, Kabupaten OKU Timur Kamis (16/6/2016) sekitar pukul 10.00. polisi akhirnya mengetahui identitas korban yang merupakan satu keluarga.

Ketiga korban diketahui bernama Giarno umur  (35) Siswanti (30)dan anaknya Reza Bagus Oratama (9) keluarga Giarno sehari-hari b erprofesi sebagai penjual bakso di Desa Gedungagung Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat.

Kecurigaan pihak kepolisian bahwa korban merupakan warga Lahat berawal dari adanya baliho bertuliskan ‘Ojolali Bakso Mas Gi Lahat’ yang digunakan para pelaku untuk membungkus mayat ketiga korbannya. Polisi yang mencurigai adanya baliho tersebut langsung berkoordinasi dengan pihak polres lahat yang langsung mencari lokasi kejadian.

Setelah polis menemukan lokasi berjualan Giarno dan keluarganya, mereka mendapati warung bakso milik korban sudah tertutup dan menurut keterangan beberapa warga sekitar warung bakso tersebut sudah tutup sejak beberapa hari terakhir.

Warga yang tidak mencurigai bahwa keluarga Giarno dibunuh dan mayatnya dibuang tidak melakukan apa-apa sebelum mendapat informasi bahwa keluarga Giarno telah dibunuh dan mayatnya telah dibuang di wilayah OKU Timur.

Tim dari polres lahat menemukan lokasi berjualan korban sekitar pukul 15 .30 atau beberapa jam setelah penemuan mayat pertamakali oleh warga di Kecamatan Buay Madang Timur. Polisi yang sudah tiba dilokasi bersama tim forensik polres lahat langsung masuk ke rumah korban yang terkunci dan mendapati didalam rumah terlihat banyak bercak darah yang kemudian polisi memastikan bahwa mayat yang ditemukan di OKU Timur tersebut merupakan Giarno dan kaluarganya.

Berdasarkan hasil identifikasi Polisi sejumlah barang milik korban dibawa pelaku diantaranya satu unit mobil Suzuki Mobil APV yang diduga digunakan pelaku untuk membawa mayat ketiga korban, Handhphone, Uang Tunai, dan Emas. Kerugian sementara ditaksir sekitar Rp. 500 Juta lebih.

Berdasarkan keterangan saksi dan warga sekitar, warung bakso milik korban sudah tutup sejak dua hari terakhir. Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, korban diduga dibunuh pada hari Selasa (14/6/2016) karena berdasarkan keterangan tetangga korban, sekitar pukul 03.00 dinihari ada suara gaduh di rumah korban. Namun warga tidak merasa curiga karena memang biasanya setiap hari korban berbelanja ke pasar Muaraneim untuk keperluan berjualan.

Keeseokan harinya, warga juga tidak mencurigai karena melihat rollingdor lokasi berjualan korban terkunci dari depan. Warga mengira korban tidak berjualan dan sedang keluar karena pada hari Selasa tersebut, warga melihat mobil korban keluar dari rumah. Namun warga tidak menyangka jika didalam mobil tersebut para pelaku membawa mayat Giarno dan keluarganya.

Berdasarkan hasil olah TKP polres Lahat, para pelaku diduga lebih dari yang masuk kedalam rumah korban melalui jendela dengan cara mecongkelnya. Namun belum diketahui apakah pembunuhan tersebut disebabkan karena dendam atau ada motif lain karena jika pembunuhan tersebut merupakan perampokan, namun didalam rumah korban sepeda motor tidak diambil oleh pelaku.

Tiga Mayat Penuh Luka Ditemukan di OKU Timur

Beberapa jam sebelumnya, Kamis (16/6/2016) Warga perbatasan Desa Sribulan dan Desa Sukajaya yang merupakan desa pemekaran dari Desa Sukamaju, Kecamatan Buaymadang Timur, KabupatenOKU Timur Kamis (16/6/2016) digemparkan dengan adanya penemuan tiga mayat yang penuh dengan luka akibat benda tajam.

Tiga mayat tersebut ditemukan tergeletak di jalan setapak sekitar perkebunan sawit dalam keadaan telanjang. Sedangkan di sekitar tubuh korban ditemukan sejumlah kain dan salah satu spanduk yang bertuliskan bakso ‘Bakso Ojolali Mas Gi Lahat’.

Menurut Kepala Desa Sukajaya Rosidin (54) penemuan tiga mayat yang belum diketahui identitasnya tersebut saat ini masih menjadi misterius karena tidak ada warga yang mengenali ketiga korban. Mayat korban sudah dibawa pihak kepolisian ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan pemeriksaan dan mencari tahu identitas korban serat pelaku pembunuhan tersebut.

Para korban mengalami luka akibat benda tajam disejumlah anggota tubuh mereka. Seperti untuk korban laki-laki mengalami luka tusuk dibagian punggung, korban perempuan mengalami luka parah di kaki bagian paha yang hampir putus, dan luka dibagian leher. Sedangkan untuk korban anak-anak mengalami luka tusuk di beberapa bagian tubuhanya.

“Semuanya dalam kondisi luka parah. Yang perempuan tubuhnya membengkak dan kondisi masih hamil. Belum diketahui warga mana karena warga sekitar tidak ada yang mengenalinya dan dari tubuh mereka juga tidak ada identitas,” jelasnya.

Kapolres OKU Timur AKBP Audie S Latuheru didampingi Kasat Reskrim AKP Bagus Adi Suranto membenarkan adanya penemuan tiga mayat tersebut. Namun pihaknya belum bisa memastikan apakah korban merupakan satu keluarga atau bukan karena polisi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Melihat dari luka korban, ada beberapa kemungkinan. Bisa saja mereka (korban) korban pembunuhan dan bisa saja mereka merupakan korban perampokan dan pembunuhan. Untuk motif lain belum bisa disimpulkan karena polisi saat ini masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut.

“Untuk identitas dan motif belum bisa diketahui. Sedangkan dugaan waktu kapan terjadinya pembunuhan tersebut juga belum bisa diketahui karena yang bisa mengetahuinya adalah dokter,” katanya.