Ratusan Juta Gaji TKS Sat Pol PP OKUT Dibawa Kabur Pencuri

Sejumlah anggota kepolisian saat melakukan identifikasi terhadap brankas yang dibobol maling dari ruang Kasi Keuangan Satpol PP. Pembobolan tersebut pertamakali diketahui Senin (20/6) sekitar pukul 06.30 pagi.
loading...

KABAROKUTIMUR.COM | MARTAPURA – Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten OKU Timur yang dijaga sekitar 10 personil setiap malamnya heboh dengan adanya pembobolan brankas berisi uang tunai sekitar Rp. 200 Juta lebih yang akan digunakan untuk membayar gaji Tenaga Kerja Sukarela (TKS) di lingkungan instansi tersebut.

 Informasinya Senin (20/6/2016) pelaku masuk melalui jendela bagian belakang dengan cara mencongkelnya kemudian memotong teralis sebanyak empat teralis dan mendorongnya ke bagian dalam serta masuk dan mengambil brankas di ruangan Kasi Keuangan.

Setelah berhasil membawa brankas keluar ruangan, para pelaku kemudian membawanya ke belakang kantor Sat Pol PP dan membongkarnya dibelakang kantor yang berjarak sekitar 20 meter. Melihat dari lokasi pembongkaran yang tepat di ruangan kasi keuangan dan cara membuka brankas yang sangat rapi diduga pelaku sudah mengintai dan mempelajari lokasi terlebih dahulu sebelum menjalankan aksinya.

“Seharusnya ada petugas piket yang bertugas selama 24 jam sebanyak 10 orang setiap harinya. Tidak mungkin mereka tidak mendengar ada yang membongkar kantor dan membongkar brankas yang hanya berjarak beberapa meter saja dari kantor,”ungkap salah satu petugas yang meminta namanya tidak disebutkan.

Sementara Kasat Pol PP OKU Timur Mgs Habibullah ketika dikonfirmasi membenarkan adanya brankas yang dibobol dengan informasi berisi uang sekitar Rp. 200 Juta lebih. Namun dia belum bisa memastikan nominal uang yang hilang tersebut karena masih menunggu laporan resmi.

“Iya berisi uang tapi belum diketahui berapa nominalnya. Saya juga sedang menunggu laporannya. Apakah dalam brankas itu ada dokumen lain atau tidak saya juga belum bisa memastikan,” katanya.

Habib juga membenarkan jika uang yang diambil dalam brankas tersebut merupakan uang yang akan digunakan untuk membayar gaji TKS yang rencananya akan dibayarkan dalam beberapa hari kedepan. Pihaknya sudah menyerahkan permasalahan tersebut secara penuh kepada pihak kepolisian untuk mengusutnya.

“Kita serahkan kepada polisi yang saat ini sedang melakukan pemeriksaan terhadap petugas yang melakukan piket dalam beberapa hari terakhir. Karena kita belum bisa memastikan hari apa brankas itu dibongkar apakah malam Sabtu, malam Minggu, atau malam Senin. Jadi petugas piket selama tiga hari itu akan diperiksa semua,” tegas Habib.

Menurut Habib jumlah petuga spiket setiap malam yang berjaga di kantor satpol PP sebanyak 10 orang, yang artinya jumlah personil yang akan diperiksa terkait kehilangan tersebut sebanyak 20 orang petugas.

“Kita tunggu saja dan mudah-mudahan pihak kepolisian bisa mengungkapnya dengan cepat. Biarkan mereka melakukan tugasnya,” katanya.

Sementara salah satu TKS yang meminta namanya tidak sebutkan membenarkan jika mereka belum menerima gaji dan akan dibayarkan dalam beberapa hari kedepan. Akan tetapi setelah adanya kejadian tersebut dirinya hanya pasrah dan berharap pemerintah memiliki solusi lain untuk membayar gaji mereka.

“Mau bagaimana lagi kalau uang sudah tidak ada. Harapan kita ya tetap dibayar agar bisa ikut lebaran,” ungkap beberapa anggota Sat Pol PP.