Puluhan Saksi Diperiksa Pasca Bobolnya Brankas Pol PP OKUT

Sejumlah anggota kepolisian saat melakukan identifikasi terhadap brankas yang dibobol maling dari ruang Kasi Keuangan Satpol PP. Pembobolan tersebut pertamakali diketahui Senin (20/6) sekitar pukul 06.30 pagi.

KABAROKUTIMUR.COM | MARTAPURA – Polres OKU Timur terus melakukan penyelidikan terhadap hilangnya brankas bendahara Sat Pol PP yang berisi uang tunai ratusan juta rupiah yang diperuntukkan untuk Gaji ratusan Tenaga Sukarela (TKS).

Kapolres OKU Timur AKBP Audie S Latuheru melalui Kasat Reskrim AKP Bagus Adi S ketika dikonfirmasi Selasa (21/6/2016) mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan sejumah saksi. Hingga hari ke-2 diketahui hilangnya brankas tersebut, polisi sudah memeriksa sedikitnya lebih dari 10 orang saksi.

“Yang kita periksa adalah anggota Sat Pol PP yang bertugas pada malam kejadian. Setiap malam ada 10 orang yang melakukan jaga. Jadi kita melakukan pemeriksaan terhadap 10 orang yang bertugas pada malam kejadian. Selain itu, kita juga memeriksa bendahara Sat Pol PP dan sejumlah saksi lainnya,” katanya.

Mengenai adanya dugaan keterlibatan orang dalam, Bagus mengaku belum bisa memberikan keterangan karena saat ini polisi masih mendalaminya, terlebih pihaknya masih melakukan pemeriksaan sejumlah saksi terkait insiden tersebut.

“Bisa saja ada keterlibatan orang dalam. Yang jelas saat ini kita lakukan pemeriksaan terlebih dahulu para saksi termasuk temuan sidik jari yang ada di brankas dan jendela yang kemudian akan dicocokkan dengan sidik jari anggota Sat Pol PP yang ada,” katanya.

Terbongkarnya Kantor Sat Pol PP yang dijaga ketat selama 24 jam dan hilangnya brankas yang berisi uang ratusan juga rupiah untuk gaji TKS tersebut masih menjadi perbincangan masyarakat dan pegawai. Bahkan hilangnya uang gaji TKS tersebut menjadi tanda tanya bagi masyarakat mengingat kantor sat pol PP tersebut dijaga dengan ketat selama 24 jam penuh.