Usus Besar Murni Terputus Ditembus Peluru

Murni yang terbaring lemah saat dirawat di RSI At-Taqwa Belitang usai menjalani operasi selama lima jam karena tertembus peluru. Murni diduga oleh polisi pelaku tindak kejahatan saat keluar dinihari untuk mencari obat sakit gigi.

KABAROKUTIMUR.COM | MARTAPURA – Warga Desa Harjowinangun, Kecamatan belitang Kabupaten OKU Timur heboh menyusul terjadinya penembakan terhadap seorang warga bernama Murni (45) yang merupakan imam masjid di desa tersebut oleh oknum yang diduga merupakan anggota kepolisian.

Penembakan terhadap Murni dilakukan karena korban yang melaju dengan sepeda motor pukul 02.15 dinihari pada Sabtu (25/6/2016) sehingga diduga merupakan pelaku kejahatan.

Informasi yang dihimpun Sripoku.com, Minggu (26/6/2016) penembakan terhadap Murni tersebut berawal ketika korban yang menderita sakit gigi keluar dari rumahnya dengan mengendarai sepeda motor untuk mencari warung atau toko obat untuk memberi obat sakit gigi.

Beberapa ratus meter berjalan dari rumahnya, tepatnya di Dusun Tumpangrejo Desa Harjowinangun dirinya mendahului satu unit mobil APV yang diduga berisi personil kepolisian.

Diduga personil Polisi yang ada di dalam kendaraan tersebut merasa curiga karena Murni melaju dengan sendirian dinihari. Polisi kemudian melepaskan tembakan peringatan sebanyak dua kali dengan maksud agar Murni berhenti.

Namun karena merasa tidak bersalah dan khawatir yang menyuruhnya berhenti adalah begal, Murni justru terus melaju.

Diduga, karena korban tidak mau berhenti dan dicurigai merupakan pelaku perampokan, polisi kemudian melepaskan tembakan sehingga mengenai pantat dan menembus perut korban.

Meski sudah terkena tembakan, korban tetap melanjutkan perjalanan hingga akhirnya terjatuh dan korban masuk ke selokan. Korban yang terjatuh dan masuk ke selokan kemudian dibantu oleh warga setempat berinisial Tri (30) dibantu warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut.

Setelah membantu korban berdiri, warga kemudian diminta oleh oknum yang diduga anggota polisi untuk memasukkan korban ke dalam mobil untuk diantarkan ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan.

Karena mencurigai korban merupakan pelaku tindak kejahatan, Polisi kemudian memborgol tangan korban ke ranjang di Rumah Sakit Islam At-Taqwa Belitang. Namun atas permintaan dan jaminan bahwa korban bukan pelaku kejahatan dari salah satu perangkat desa, borgol korban kemudian dilepaskan.

Beberapa jam setelah masuk rumah sakit, Kepala Desa Harjowinangun kemudian meminta untuk dilakukan operasi dan menjamin serta bertanggungjawab dalam pelaksanaan operasi bedah pada korban.

Korban kemudian mengikuti operasi cukup lama hingga enam jam. Berdasarkan keterangan paramedis, korban menderita luka terputusnya usus besar korban sebanyak lima buah.

“Setelah mengetahui adanya warga Desa Harjowinangun yang selama ini menjadi imam masjid ditembak karena diduga pelaku kejahatan, puluhan warga kemudian mendatangi Mapolsek Belitang untuk minta pertanggungjawaban atas penembakan terhadap korban, namun belum diketahui hasilnya,” ungkap kades.

Sementara sumber lainnya menyebutkan, saat ini korban masih terbaring lemah di rumah sakit seusai menjalani operasi selama beberapa jam.

Korban lanjut kades, merupakan orang baik yang setahu warga sekitar belum pernah melakukan tindak kejahatan.

“Dia (Murni) dikenal alim. Malam itu dia izin untuk tidak menjadi imam karena sakit gigi. Namun paginya kami tahu ternyata dia ditembak karena dibilang penjahat,” katanya.

Sementara Kapolres OKU Timur AKBP Audie S Latuheru melalui Kasat Reskrim AKP Bagus Adi Suranto Sikmelalui Kapolsek Belitang AKP Jon Nababan mengaku masih menunggu proses pengobatan korban.

Sejumlah warga yang tidak terima Murni ditembak oknum anggota polisi yang menyatakan Murni merupakan pelaku tindak kejahatan berkumpul di RSI At-Taqwa Belitang
Sejumlah warga yang tidak terima Murni ditembak oknum anggota polisi yang menyatakan Murni merupakan pelaku tindak kejahatan berkumpul di RSI At-Taqwa Belitang

“Dugaan apapun bisa saja ada. Namun biarkan terlebih dahulu korban sehat,” singkatnya.

Sumber: sripoku.com