Api Menjalar di Pasar Gumawang disertai Suara Ledakan

Puing-puing pasar Gumawang yang terbakar

KABAROKUTIMUR.COM | MARTAPURA – Puluhan ruko dan kios pedagang di Pasar Gumawang Kecamatan Belitang Kabupaten OKU Timur terbakar Rabu (13/7/2016) sekitar pukul 22.30. tidak ada korban jiwa akibat kebakaran tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai hingga Miliaran rupiah karena hanya sedikit sekali barang jualan pedagang yang berhasil dikeluarkan mengingat kebakaran terjadi menjelang tengah malam ketika para pedagang sudah terlelap beristirahat.

Kobaran api cukup besar dan menyebar dengan cepat dan membakar kios serta ruko sekelilingnya yang berisi sejumlah barang yang mudah terbakar. Hanya dalam waktu beberapa menit saja api sudah menjalar ke kios dan ruko lainnya. Unit pemadam kebakaran OKU Timur mengerahkan seluruh armada untuk memadamkan api. Meski delapan armada sudah diterjunkan, api baru bisa dipadamkan enam jam kemudian setelah berhasil membakar satu petak pasar.

Beruntung bangunan kios dan ruko lainnya dipisahkan oleh lorong dan beberapa bangunan baru yang tinggi sehinhga api bisa dipadamkan sebelun menyebar dan membakar kios lainnya.

Berdasarkan Informasi Kamis (14/7/2016) kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 22.30 dan berhasil dipadamkan enam jam kemudian sekitar pukul 05.00 dan sudah menghabiskan sedikitnya 24 ruko dan 18 Kios yang ada. Api yang menyebar dengan cepat menurut sejumlah saksi mata berawal dari salah satu ruko yang berada di pinggir jalan yang merupakan sebuah salon, belum diketahui asal api namun dugaan sementara disebabkan oleh korsleting arus pendek.

Menurut Anto saksi mata mengatakan, masyarakat melihat api sudah membesar dan mulai menyebar ke arah tengah pasar dari salon tersebut. Warga yang berusaha memadamkan api tidak berhasil dan langsung menghubungi pihak PBK. Api yang terus membesar membuat pemilik kios dan ruko panik mereka langsung berusaha mengeluarkan isi kios mereka kendati api sudah menjalar dan menyebar dengan sangat cepat.

Pemilik kios yang panik ditambah masyarakat sekitar yang berbondong-bondong menyaksikan api yang semakin lama semakin membesar menjadikan Pasar Gumawang hiruk pikuk selama satu malam penuh. Teriakan dan jeritan masyarakat disertai dengan tangisan mewarnai suara api yang melalap sejumlah barang yang ada di dalam kios pasar gumawang tersebut.

“Setelah api membesar tidak ada yang bisa dilakukan oleh masyarakat dan pemilik kios selain pasrah dan berdoa agar tidak memakan korban jiwa dan agar api tidak menyebar membakar seluruh pasar Gumawang. Masyarakat hanya bisa pasrah dan bertakbir berharap agar PBK segera berhasil memadamkan api,” katanya.

Sedangkan Aminah, pedagang lainnya mengatakan kejadian yang menyebabkan puluhan kios dan ruko tersebut terbakar terjadi sangat cepat dan sangat sulit untuk memberikan pertolongan. Masyarakat dan pemilik ruko yang sudah putus asa tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya mampu berdoa.

“Beberapa kali terdengar ledakan yang cukup kuat yang kemungkinan berasal dari peralatan pedagang yang disimpan didalam kios mereka. Saat terjadi ledakan seluruh warga yang ada langsung berteriak dan menjerit histeris,” katanya.

Menurut dia dalam situasi kebakaran yang cukup besar tersebut semuanya serba tidak menentu seakan terjadi suatu peristiwa yang sangat besar dan menyebabkan ribuan masyarakat yang hadir hanya berteriak dan berlarian kesana kemari tanpa arah.

“Beruntung petugas PBK sigap sehingga api berhasil dipadamkan dan hanya membakar satu petak pasar dengan puluhan kios dan ruko saja,” jelasnya.

Sementara Kabid PBK Muhammad Priyo ketika dikonfirmasi mengatakan setelah mendapat laporan pihaknya langsung menerjunkan seluruh armada PBK yang ada untuk memadamkan api. Sebanyak delapan armada dikerahkan mulai dari blangwir hingga mobil tangki untuk memadamkan api.

“Beruntung lokasi mengambil air dekat di saluran irigasi sehingga meskipun pemadaman cukup lama namun bisa diatasi agar tidak menyebar ke kios di seberangnya,” katanya.

Dikatakan Priyo, puluhan petugas yang turun ke lokasi berjibaku dan berusaha melakukan pemadaman dengan dibantu masyarakat sekitar. Masyarakat dan sejumlah pemilik kios yang ada bahu-membahi memberikan bantuan terhadap petugas.

Sementara Kapolres OKU Timur AKBP Audie S Latuheri ketika dikonfirmasi mengaku belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kebakaran tersebut karena masih menunggu tim laboratorium forensik dari polda lampung yang akan melakukan pemeriksaan mengenai penyebab terjadinya kebakaran tersebut.

IMG-20160714-WA0001