Lidah Api Membumbung Seperti Rambut Setan

Dua pemilik toko berusaha menyelamatkan sejumlah isi kiso mereka yang belum terbakar.
loading...

KABAROKUTIMUR.COM | MARTAPURA – Dengan raut wajah lesu dan langkah kaki yang gontai wanita paruh baya terlihat berjalan memandangi puing-puing sisa api yang masih mengeluarkan asap dan masih terus disiram oleh sejumlah petugas PBK untuk mengantisipasi agar api tidak kembali membesar.

Wanita yang diketahui merupakan salah satu pemilik kios di Pasar Gumawang tersebut hanya terdiam sejenak ketika melihat kios miliknya yang hangus terbakar tanpa satu barangpun yang berhasil diselamatkan. Beberapa pedagang lain yang mendekatinya terlihat bergumam dan menanyakan kabarnya. Dengan santai dia hanya menjawab tidak mengalami cidera namun kemudian dia kembali lesu ketika mengatakan tidak satupun barang di kios miliknya yang bisa diselamatkan.

Tanpa ada yang bertanya dan seakan bergumam kepada dirinya sendiri, wanita paruh baya yang mengenakan jilbab coklat tersebut kemudian berbicara dengan cukup keras

“Tidak ada yang menyangka secepat itu api menghabiskan seluruh kios dan ruko disini. Awalnya api membumbung tinggi menjulang ke angkasa bagaikan rambut setan sebelum akhirnya langsung menyebar dan membakar semua barang yang ada,” katanya sambil berlalu dan membersihkan kotoran yang ada di wajahnya menggunakan ujung jilbabnya.

Sementara disisi lain puing-puing sisa kebakaran terlihat seorang laki-laki dan perempuan sibuk menggali debu sisa pembakaran yang sudah menumpuk setinggi lutut mereka. Dengan pasti mereka mengais dan menggali debu yang sudah berubah menjadi lumpur tersebut. Terlihat jelas diwajah keduanya harapan barang-barang dagangan mereka masih bisa diselamatkan meskipun api sudah membakar dan menghanguskan kiosnya.

Kedua pemilik kios tersebut kemudian saling bersahutan dan langsung bahu-membahu menyingkirkan lumpur ketika mengetahui masih ada dagangan mereka yang tidak terbakar seperti mentega, sabun dan dagangan lainnya.

Mengetahui masih ada dagangan yang bisa diselamatkan, keduanya kemudian langsung menyingkirkan dan mengambil semua dagangan yang masih bisa diselamatkan. Beberapa pemilik kios lainnya pun langsung nimbrung tanpa dikomando untuk memberikan bantuan kepada mereka.

“Mentega yang ada jadi mencari karena panasnya api. Tapi masih bisa diselamatkan. Mudah-mudahan ini tidak mengalami kerusakan,” katanya.

Disela hiruk pikuk petugas yang memadamkan api dan sejumlah pemilik kios yang mengais sisa api, seorang laki-laki tua terlihat tegopoh-gopoh mencari anaknya yang berjualan di sekitar lokasi kebakaran. Terlihat bahwa laki-laki tersebut baru datang dari jauh. Dia langsung memasuki lokasi kebakaran dan berusaha masuk. Namun karena lokasi kejadian sudah disterilkan salah satu petugas mencoba mengingatkan laki-laki tersebut untuk tidak masuk lokasi yang sudah diberi garis polisi.

“Saya izin mau melihat anak saya. Itu dia kelihatan dari sini. Dia berjualan disini. Saya baru sampai. Tolong saya minta izin untuk menemuinya,” katanya meminta pengertian petugas yang dipersilakan oleh petugas.

Hingga pukul 13.00 siang petugas PBK masih terus berusaha melakukan pemadaman karena masih terlihat api yang menyala. Petugas mengalami kesulitan memadamkan api yang terdapat di salah satu ruko yang tertutup rapat. Ruko yang merupakan bengkel yang menyimpan puluhan ton ali dan ratusan ban tersebut terlihat masih mengeluarkan asap hitam.

Petugas yang mengalami kesulitan untuk menyiram air kedalam rumah kemudian berusaha untuk menjebol dinding, namun karena dinding cukup kuat petugas akhirnya merusak jendela depan dengan menariknya menggunakan sling serta pintu depan agar air bisa masuk kedalam ruko tersebut.

“Kalau tidak disiram di bagian dalam api akan menyebar kembali karena didalam ruko tersebut terdapat sejumlah peralatan yang sangat mudah terbakar,” kata priyo.

Puluhan ruko dan kios pedagang di Pasar Gumawang Kecamatan Belitang Kabupaten OKU Timur terbakar Rabu (13/7/2016) sekitar pukul 22.30. tidak ada korban jiwa akibat kebakaran tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai hingga Miliaran rupiah karena hanya sedikit sekali barang jualan pedagang yang berhasil dikeluarkan mengingat kebakaran terjadi menjelang tengah malam ketika para pedagang sudah terlelap beristirahat.

Kobaran api cukup besar dan menyebar dengan cepat dan membakar kios serta ruko sekelilingnya yang berisi sejumlah barang yang mudah terbakar. Hanya dalam waktu beberapa menit saja api sudah menjalar ke kios dan ruko lainnya. Unit pemadam kebakaran OKU Timur mengerahkan seluruh armada untuk memadamkan api. Meski delapan armada sudah diterjunkan, api baru bisa dipadamkan enam jam kemudian setelah berhasil membakar satu petak pasar.

Beruntung bangunan kios dan ruko lainnya dipisahkan oleh lorong dan beberapa bangunan baru yang tinggi sehinhga api bisa dipadamkan sebelun menyebar dan membakar kios lainnya.

Informasinya Kamis (14/7/2016) Kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 22.30 dan berhasil dipadamkan enam jam kemudian sekitar pukul 05.00 dan sudah menghabiskan sedikitnya 24 ruko dan 18 Kios yang ada. Api yang menyebar dengan cepat menurut sejumlah saksi mata berawal dari salah satu ruko yang berada di pinggir jalan yang merupakan sebuah salon, belum diketahui asal api namun dugaan sementara disebabkan oleh korsleting arus pendek.