Irigasi Tak Pernah Berfungsi, Masyarakat Ancam Stop Pengairan Saluran Irigasi

Anggota DPRD Fraksi Partai NasDem saat melakukan reses dan mendengarkan keluhan masyarakat mengenai kerusakan saluran irigasi di desa tersebut.

KABAROKUTIMUR.COM | MARTAPURA – Sejumlah masyarakat dibeberapa desa Kecamatan BP Peliung, Kabupaten OKU Timur mengancam akan melakukan sabotase terhadap saluran irigasi yang selama ini tidak pernah mereka nikmati kendati saluran irigasi tersebut terlebih dahulu melintas desa mereka.

“Ada saluran irigasi di desa Negeriagung Jaya ini. Namun kami tidak pernah bisa menikmatinya. Justru yang bisa menikmatinya adalah warga Belitang. Kalau memang nanti kita tidak bisa menikmati saluran irigasi, mungkin akan lebih baik kita hentikan semua saluran agar sama-sama tidak menikmati,” ungkap salah satu masyarakat saat tanya jawab pada reses anggota DPRD dari Partai NasDem Junaidi Majid di Desa Negeriagung Jaya Senin (18/7/2016).

Sedangkan Anggota DPRD Dari Partai NasDem Junaidi Majid mengaku akan berupaya sekuat tenaga agar masyarakat yang berada di hulu irigasi bisa menikmati air untuk pertanian sebagaimana masyarakat di wilayah Belitang Selama ini.

“Hak mutlak masyarakat adalah memperoleh air dari saluran irigasi. Akan kita perjuangkan agar masyarakat bisa menikmati air untuk pertanian,” katanya.

Menurut Junaidi, berdasarkan hasil survey yang telah dilakukannya diperoleh sejumlah kesimpulan penyebab masyarakat tidak pernah bisa menikmati saluran irigasi kendati mereka berlokasi di sekitar irigasi tersebut yakni salah satunya pembangunan yanh mubazir yakni saluran tersier irigasi lebih tinggi dibandingkan saluran induk sehingga menyebabkan air tidak bisa mengaliri lahan sawah masyarakat.

“Ada ratusan Ha lahan sawah masyarakat yang tidak digarap dan terpaksa dijadikan ladang karena tidak memiliki air. Masyarakat yang ingin mengairi lahan sawahnya terpaksa harus sokongan untuk membeli minyak menyedot air dari sungai komering,” katanya.

Tidak mengalirnya irigasi ini menyebabkan biaya masyarakat yang ingin bersawah menjadi meningkat dua kali lipat. Sedangkan mereka yang enggan bersawah memilih menjadikannya sebagai ladang dengan tanaman pertanian seperti biasanya.

“Padahal disamping sawah mereka ada saluran irigasi. namun karena tidak berfungsi terpaksa mereka menjadikan sawah mereka menjadi ladang. Jadi wajar jika masyarakat berang dan mengancam akan menutup seluruh saluran irigasi ini jika tidak berfungsi,” kata Junaidi.