Sebelum Halal Bihalal, Gelar Salat Dhuha dan Istighosah Berjamaah

Bupati OKU Timur HM Kholid menyanyikan lagi Obat Hati dalam acara Halala Bihalal Pemkab OKU Timur.
loading...

KABAROKUTIMUR.COM | MARTAPURA – Dalam rangka mencapai kesamaan dan kebersamaan dan menjalin silaturahni antara pemerintah dengan jajaran pemerintahan Kabupaten OKU Timur Senin (18/7/2016) menggelar halal bihalal di balai rakyat yang bertema menuju OKU Timur aman nyaman dan sejahtera.

Sebelum melaksanakan halal bihalal, terlebih dahulu dilaksanakan salat dhuha, istighosyah, dan salat hajat berjamaah di masjid Pemkab OKU Timur yang dihadiri olehbustadz Solihin Hasibuan.

Sekretaris Daerah (Sekda) dalam sambutannya berharap dengan digelarnya halal bihalal tersebut dapat dicapai kebersamaan pandangan dalam melaksanakan pembangunan di OKU Timur.

Sedangkan Bupati OKU Timur HM Kholid MD dalam sambutannya menyampaikan beberapa hal seperti sinergitas pembangunan antara pemerintah dengan masyarakat tetap harus dijaga. Selain itu, peningkatan pelayanan terhadap masyarakat juga harus ditingkatkan sehingga peran dan sinergitas antara pemerintah dengan masyarakat benar-benar terlaksana.

“Dalam kesempatan ini saya tegaskan kembali mengenai tekad saya bersama wakil saya Fery Antoni dengan motto aman nyaman tanpa jalan berlubang. Hal itu adalah cita-cita dan tekad yang akan diupayakan berhasil. Tekad atau cita-cita yang akan dilaksanakan dalam kurun waktu yang tidak bisa ditentukan,” katanya.

Menurut Kholid, Negara Indonesia memiliki tekad untuk menjadikan negara yang adil, makmur berlandaskan pancasila. Sudahkah itu terwujud, belum, namun ada perubahan, contoh lain adalah jargon Sumsel Gemilang yang digagas oleh pak Gubernur apakah saat ini sudah selesai dan tercapai, belum namun kata dia, sudah ada perubahan.

“Satu hal lagi, ketika pernikahan akan ada janji setia mawaddah warrahmah, namun apakah janji itu sudah tercapai, bisa kita tanyakan pada diri kita masing-masing. Jadi itulah tekad atau cita-cita dari pemerintah yang hendaknya tidak dicerna secara langaung dan cernalah secara ilmiah,” katanya.

Dalam pelaksanaan pembangunan jalan di OKU Timur yang saat ini mengalami kerusakan hampir 90 persen lebih kata dia, pihaknya menargetkan perbaikan jalan sepanjang 150 Kilometer (Km) setiap tahunnya. Yang Insya Allah kata dia akan selesai hingga tahun kelima.

“Namun saat tahun kelima, pembangunan yang dilakukan tahun pertama tentunya sudah mulai mengalami kerusakan. Jadi masyarakat jangan hanya sekedar mencerna dengan serta merta tanpa menggunakan pandangan ilmiah,” kata Kholid.

Kerusakan jalan di OKU Timur menjadi fenomena tersendiri baik bagi masyarakat maupun pemerintah, masyarakat meminta pemerintah untuk melakukan perbaikan sejumlah jalan yang sebelumnya tidak pernah dilakukan pengerasan.

“Bahkan ada jalan yang hingga saat ini belum pernah diperbaiki. Entah kapan akan diperbaiki dari zaman bupati sebelumnya daerah ini belum pernah dibangun jalan,” ungkap Hamdan warga Belitang III ketika diwawancarai.