Beras Organik OKU Timur Harus dapat Sertifikat

Sejumlah petani di Kecamatan Buay Madang, Kabupaten OKU Timur saat melakukan pemanenan beras organik.

KABAROKUTIMUR.COM | MARTAPURA – Bupati OKU Timur HM Kholid MD mengancam akan mengganti Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Kholtikultura Kabupaten OKU Timur Ir Ruzuan Effendi jika tidak berhasil mendapatkan sertifikasi beras organik tahun 2016. Hal itu ditekankan Kholid mengingat beras merupakan kebanggaan dan penghasilan terbesar masyarakat OKU Timur yang harus menjadi icon Kabupaten OKU Timur.

“Beras Organik OKU Timur tahun 2017 harus go nasional. Daerah lain memiliki kebanggaan masing-masing namun OKU Timur yang bisa dibanggakan salah satunya adalah beras karena itulah hasil terbesar masyarakat. Jadi kita harus berupaya agar beras bisa dibanggakan. Salah satunya adalah beras organik, karena jika beras biasa maka kita akan kalah dengan kabupaten lain,” ungkap Kholid.

Menurut Kholid, tugas dari SKPD terkait adalah untuk mendapatkan sertifikasi beras organik tersebut sehingga kedepan OKU Timur akan terkenal dengan penghasilan beras sehat. Setelah beras organik mendapatkan sertifikasi dan berhasil dikenal, maka pemerintah akan mengarahkan petani untuk menggunakan pupuk Organik.

“Jika beras organik OKU Timur sudah menjadi ikon dan dikenal secara luas, maka hal itu juga bisa meminimalisir ketergantungan petani akan pupuk kimia yang seyogyanya akan merusak unsur tanah,” katanya.

Dikatakan Kholid, beberapa hari lalu, tim penilaian sertifikasi beras organik dari provinsi sumatera barat sudah melakukan peninjauan dan pemeriksaan terhadap beras organik OKU Timur. Dan dia menegaskan kepada instansi terkait agar beras organik benar-benar mendapatkan sertifikat sehingga tahun 2017 OKU Timur bisa menjual hasil pertanian tersebut menjadi hasil unggulan.

“Pemerintah harus memiliki tata kelola yang baik sehingga akan muncul jiwa-jiwa entrepreneur yang mengarah pada jiwa pengusaha untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Setelah beras organik benar-benar dikenal dan menjadi salah satu penghasil terbesar, tentunya masyarakat akan semakin sejahtera karena perbedaan harga antara beras organik dengan beras biasa sangat jauh,” katanya.

Tahun 2016 Kabupaten OKU Timur mampu menghasilkan Gabah Kering Giling (GKG) sebanyak 950 ribu ton atau sebanyak 650-700 ribu ton beras. Sedangkan tingkat konsumsi seluruh masyarakat OKU Timur hanya sekitar 100 ribu ton dengan sisa yang cukup banyak di kirim ke luar daerah.