Pegawai Boleh Izin Untuk Antar Anak Ke Sekolah

HM Kholid MD
loading...

KABAROKUTIMUR.COM | MARTAPURA – Bupati OKU Timur HM Kholid MD memberikan izin penuh kepada Pegawai yang ada di Lingkungan Pemkab OKU Timur untuk izin dan tidak masuk selama beberapa jam jika akan mengantarkan anak masuk sekolah pada hari pertama sekolah Senin (25/7/2017) mendatang. Demikian diungkapkan Kholid Selasa (19/7/2016).

“OKU Timur hari pertama masuk tahun ajaran 2016/2017 dimulai pada tanggal 25 mendatang. Kepada seluruh pegawai saya izinkan untuk mengantar dan menyerahkan anaknya kepada pihak sekolah,” kata Kholid.

Menurut Kholid izin yang diberikan kepada pegawai untuk mengantarkan dan menyerahkan anak ke sekolah diberikan hingga pukul 12.00 siang mengingat biasanya hari pertama masuk sekolah belum ada materi pembelajaran.

“Jadi serahterima anak antara orangtua dengan sekolah jangan hanya bersifat formal saja namun harus benar-benar ada serahterima sehingga rasa tanggungjawab dan memiliki antara orangtua dan sekolag benar-benar ada,” katanya.

Sebenarnya kata Kholid, tradisi penyerahan siswa baru tersebut sudah dilaksanakan sejak lama di kalangan pondok pesantren. Orangtua biasanya akan datang kepada pengasuh pondok dan menyerahkan anaknya untuk dididik dengan cara masing-masing pondok tersebut. Selain serahterima saat masuk kata dia, orangtua juga akan mengambil anaknya kembali saat lulusan siswa baru mendatang.

“Suksesnya anak didik tidak terlepas dari adanya pengaruh interaksi antara siswa, wali murid dan pihak sekolah. Karena dengan demikian antara siswa, wali murid dan sekolah akan ada hubungan emosional,” katanya.

Kepada dinas pendidikan hendaknya benar-benar diawasi dan jangan hanya bersifat formal saja dalam penyerahan siswa baru dari orangtua ke sekolah tersebut dengan harapan hasil pendidikan mendatang akan menjadi lebih baik.

Sementara Kabid Diklan Sudarman ketika dikonfirmasi mengaku akan melakukan pemantauan dan akan turun langsung dalam menyaksikan serahterima siswa baru dari orangtua dan murid tersebut.

“Kita sudah memberikan himbauan kepada pihak sekolah agar jangan hanya bersifat seremonial saja,” katanya.