Polisi Sita Tas Perempuan dari Rumah Medi

Foto: Istimewa Rumah Brigadir Medi yang merupakan pelaku pembunuhan disertai Mutilasi terhadap Anggota DPRD M Pansor
loading...

KABAROKUTIMUR.COM – Petugas Polda Lampung menggeledah rumah Brigadir Medi Andika, di Perumahan Permata Biru Blok C, Rabu (27/7/2016) malam. Demikian diungkapkan tetangga Medi, M Rasyid. Menurut Rasyid, ada sekitar tujuh orang polisi yang datang melakukan penggeledahan tanpa mengikutsertakan Medi.

“Saya diajak melihat proses penggeledahan,” ujarnya seraya mengatakan selain menggeledah seluruh rumah, polisi juga menggeledah kamar mandi rumah Medi, namun tidak menemukan barang apapun.

Rasyid mengutarakan, polisi hanya membawa satu buah tas perempuan warna merah dari rumah Medi. Tas itu berada di atas meja ruang tengah. Setelah selesai menggeledah, polisi memasang garis polisi di rumah Medi.

Medi Dikenal Ramah

Sedangkan warga lainnya Suharto mengatakan, Medi yang merupakan pelaku mutilasi anggota DPRD M Pansor yang mayatnya ditemukan sudah terpotong menjadi beberapa bagian merupakan sosok yang bermasyarakat dan memiliki pergaulan yang bagus dilingkungannya. Menurutnya, tidak ada hal yang mencurigakan dari tingkah laku Medi.

Sedangkan M Rasyid, menuturkan, bahwa dirinya dan warga lainnya sama sekali tidak menduga Medi terlibat dalam pembunuhan M Pansor mengingat sifat dan prilaku Medi yang cukup ramah.

“Kalau kita tidak menyapa, dia akan menyapa terlebih dahulu. Setiap ada acara di lingkungan dia selalu hadir. Medi juga rajin beribadah. Setau saya setiap subuh dia salat di masjid,” ungkapnya.

Rasyid mengaku kerap melihat Medi menyapu halaman rumah dan mencuci mobil. “Dia biasanya pergi keluar rumah pukul 05.30 pagi,” katanya.

Rasyid mengatakan, Medi termasuk keluarga kaya. Dia juga menuturkan, sering melihat keluarga Medi dari Martapura datang ke rumah Medi di Bandar Lampung mengendarai mobil Pajero. Terakhir, Rasyid melihat Medi pada Jumat pekan lalu. “Medi masih salat Jumat di masjid sini,” katanya.

Medi ditetapkan sebagai tersangka mutilasi M. Pansor. Selain Medi, polisi juga menetapkan Tarmizi sebagai tersangka penangkapan Medi sendiri dilakukan di rumahnya.

Pansor merupakan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bandar Lampung. Legislator ini dinyatakan menghilang pertengahan April 2016. Terungkapnya kasus tersebut berawal dari penemuan mayat yang sudah terpotong berupa kepala, kedua kaki tanpa badan dan kedua tangan yang tidak memiliki identitas di Jembatan II Desa Tanjungkemala, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan.

Sumber: Tribun Lampung