Buka Lahan Dengan Membakar Diancam 10 Tahun Penjara

Ilustrasi kebakaran Hutan dan Lahan

KABAROKUTIMUR.COM MARTAPURA – Guna mengantisipasi terjadinya pembakaran hutan di Kabupaten OKU Timur ,Disnas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten OKU Timur menghimbau kepada masyarakat dan prusahaan perkebunan agar tidak membuka lahan baru dengan cara membakar.

“Saya menghimbau kepada masyarakat, untuk kegiatan pembangunan kehutanan dan perkebunan agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara pembakaran sehingga dapat menimbulkan pencemaran atau polusi udara, gangguan keselamatan, gangguan lalu lintas di darat, di lingkungan perairan, dan di udara. Juga kerusakan dan pencemaran lingkungan, serta dapat menimbulkan korban harta dan jiwa,”ungkap Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan OKU Timur Ir M Husin Selasa (13/9/2016).

Lebih lanjut dikatakan Husin, bagi perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan dan kehutanan, wajib menyediakan sarana prasarana perlindungan kebakaran, dengan prinsip mengurangi resiko kebakaran, dan juga mengaktifkan regu pemadam kebakaran untuk mendeteksi kebakaran lahan sehingga dapat dilakukan pencegahan secara dini,”Sedangkan untuk masyarakat yang akan melakukan pembukaan lahan atau kebun, harus dilakukan dengan cara PLTB, atau pembukaan lahan tanpa bakar, serta hanya menggunakan peralatan sederhana untuk pencegahan terjadinya kebakaran,” tambahnya.

Husin menegaskan, apabilah masyarakat masih tetap melakukan pembakaran hutan atau perkebunan, akan dikenakan sanksi pidana menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku,”Bagi masyarakat yang tidak mengindahkan himbauan ini, sehingga masih saja melakukan pembakaran hutan, atau perkebunan, maka siap-siap untuk menerima sanksi pidana yang berlaku menurut pasal 108 undang undang RI nomor 39 tahun 2014 tentang perkebunan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak 10 milliar rupiah,” tegasnya.

Seperti yang diketahui bahwa luas kawasan hutan di OKU Timur seluas 28,434 hektar merupakan kawasan hutan produksi yang rentan terbakar.

“Oleh sebab itu masyarakat ketika masuk kawasan hutan tidak menggunakan api dan untuk lahan perkebunan agar melakukan sanitasi kebun (kebersihan kebun) dan di minta kepada kelompok tani agar dapat membentuk regu menggala akni untuk menjaga api, apalagi saat ini sudah memasuki musim kemarau,” ujarnya.

Pada akhirnya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan merupakan tanggung jawab kita bersama. “Semoga ditahun ini kebakaran hutan khsusnya di OKU Timur bisa dicegah,” pungkasnya.