Kapolri: Jika Begal Melawan Tembak Saja !!!

Kapolri Jendral Tito Karnavian

KABAROKUTIMUR.COM, SUMSEL – Maraknya aksi kejahatan jalanan alias begal atau di Kabupaten OKU Timur yang lebih dikenal dengan sebutan grandong yang telah menyebabkan beberapa korban hingga meninggal dunia akhirnya sampai juga ke telinga orang nomor satu di Polri Jendral Tito Karnavian.

Ganasnya aksi begal tersebut membuat Kapolri memerintahkan Kapolda Sumsel, Irjen Pol Djoko Prastowo untuk menjadikan grandong sebagai antensi khusus dengan penanganan yang keras.

“Saya sampaikan ke Kapolda Sumsel untuk ditangani dan jangan ragu-ragu. Artinya, kalau mereka melakukan tindakan membahayakan petugas dan masyarakat seperti menggunakan senjata tajam dan senjata api apalagi korbanya sampai mati maka jangan segan-segan untuk menindak tegas para pelaku kejahatan tersebut,” kata Kapolri kepada Wartawan saat berkunjung ke Palembang, Senin (12/9/2016) lalu.

Namun dia juga mengisyaratkan untuk tidak memperlakukan para pelaku begal tersebut dengan berlebihan jika mereka bersedia menyerah dan tidak melakukan perlawanan baik menggunakan senjata api dan senjata tajam.

“Namun saya tekankan jika para pelaku begal ketika ditangkap membawa senjata dan melakukan perlawanan. Sudah tembak saja !!!,” kata Kapolri.

Bahkan Tito menilai atensi khusus Kapolda Sumsel, Irjen Pol Djoko Prastowo yang menyatakan tembak di tempat para pelaku begal yang melakukan perlawnaan merupakan hal yang sudah benar.

“Saya lihat tantangan terbesar di Sumsel adalah negal. Ini tidak beda jauh dengan di Lampung. Saya juga mendengar di Sumsel baru-baru ini ada dua pelaku begal terpaksa di tembak di tempat sementara di Lampung dari sembilan pelaku satu yang diantaranya ditembak karena melawan dan membahayakan,” jelasnya.