Ada Lokasi Penimbunan dan Penyulingan BBM Illegal di OKUT

Kapolres OKU Timur dan Wabu OKU Timur saat melakukan penggeledahan lokasi penimbunan BBM illegal di Desa Gedungrejo, Kecamatan Belitang

KABAROKUTIMUR.COM, BELITANG – Tim gabungan dari Polres OKU Timur, Pemkab dan Sub Denpom Baturaja, pimpinan langsung oleh Kapolres AKBP Audie S Latuheru dan Wakil Bupati (Wabup) OKU Timur Fery Antoni, Rabu (14/9/2016) berhasil mengungkap lokasi penampungan dan penyulingan Bahan Bakar Minyak (BBM) Ilegal milik Hendri di Desa Gedungrejo, Kecamatan Belitang. Tidak tanggung-tanggung, tim gabungan berhasil menyita Barang Bukti (BB) berupa minyak sebanyak kurang lebih delapan ton jenis bensin dan solar.

Selain itu polisi juga menemukan satu pucuk Senjata Api (Senpi) jenis FN dan 12 butir amunisi FN.Dari lokasi penggeledahan tim menemukan Truk BG 8410 MJ, dan Truk BG8141KB, daihatsu pick up BG9879 Y, yang sarat muatan BBM dalam jerigen.

Menurut Kapolres OKU Timur AKBP Audie S Latuheru pengungkapan lokasi penyulingan BBM ini berdasarkan informasi dari masyarakat. Informasi yang masuk itu lalu ditindaklanjuti dan berhasil menemukan tempat penyulingan dan penimbunan minyak tersebut. Sejumlah BB yang ditemukan serta pemilik usaha penyulingan minyak tersebut sudah dibawa ke Polres untuk proses hukum.

Sedangkan untuk kasus penimbunan dan penyulingan minyak pemilik akan dijerat dengan UU Perlindungan Konsumen dan UU tentang Migas. Sedangkan untuk kepemilikan Senpi pemiliknya dijerat dengan UU Darurat.”Banyak masyarakat mengeluh mesin kendaraannya  yang rusak setelah menggunakan BBM dari pemilik penyulingan BBM yang kita geledah ini, karena sipemilik bisa dijerat dengan UU Perlindungan Konsumen dan UU Migas,” tegas Kapolres.

Sedangkan Wabup OKU Timur Fery Antoni yang ikut memimpin penggeledahan mengatakan, terungkapnya kegiatan penampungan dan penyulingan minyak tersebut berkat laporan dari masyarakat. Minyak yang ada di lokasi tersebut kata dia, menurut pengakuan pemiliknya berasal  dari Sekayu Musi Banyuasin (Muba).

“Produksi penyulingan dan penampungan minyak ini setiap harinya mampu menghasilkan BBM illegal sebanyak 10 hingga 15 ton perhari. Akibat beredarnya BBM yang tidak sesuai standar Ini sangat meresahkan masyarakat. Karena dampaknya mesin kendaraan cepat rusak dan ulah pemilik ini juga merugikan masyarakat dan negara.

“Pemerintah OKU Timur Polres dan TNI membahu berupaya menumpas apapun bentuk kejahatan yang ada di daerah ini. Terbukti berkat kerjasama yang baik kita berhasil mengungkap lokasi penampungan sekaligus tempat penyulingan BBM ilegal,” katanya.