Empat Grandong Kembali Beraksi Dekat Markas Brimob Belitang

Korban grandong yang mengalami luka dibagian tangan kirinya

KABAROKUTIMUR.COM, BELITANG – Masyarakat yang akan menjalankan aktifitas sehari-hari nampaknya harus ekstra hati-hati pasalnya aksi grandong semakin menjadi-jadi dan semakin nekat dalam menjalankan aksinya. Dalam satu bulan terakhir, aksi grandong kian menjadi-jadi dan tak segan melukai bahkan membunuh korbannya baik menggunakan senjata api maupun senjata tajam.

Aksi grandong terakhir terjadi di Ruas jalan Belitang-Rasuan tepatnya beberapa ratus meter dari markas Brimob Belitang, Kecamatan Madang Suku I. Tukimin (53) warga Desa Harjomumyo Jaya ketika mengendarai seped motor menuju kebunnya untuk menyadap karet dirampok dan ditusuk oleh empat grandong dilokasi tersebut pada Rabu (14/9/2016) sekitar pukul 03.40. dinihari.

Adapun kronologis perampokan yang dialami Tukimin dan istrinya terjadi ketika keduanya mengendarai sepeda motor jenis Honda revo warna merah dengan Nomor Polisi (Nopol) BG 4452 YY berangkat dari rumahnya menuju kebun untuk menyadap karet pukul 03.40. Saat melintasi ruas jalan Belitang-Rasuan tepatnya tikungan sekitar lapangan tembak Markas Brimob, mereka dikejar empat grandong dengan menggunakan dua sepeda motor.

Para pelaku yang mengejar korban dengan cara memepet tersebut kemudian langsung menendang tukimin hingga terjatuh. Para pelaku kemudian langsung mengambil sepeda motor korban dan kemudian langsung melarikan diri.

“Tukimin mengalami luka dibagian tangannya dan sempat dirawat di Rumah sakit. Lokasi kejadian yang merupakan tikungan dan tanjakan sebelum lapangan tembak brimob itu memang sering terjadi perampokan,” ungkap warga ketika diwawancarai.

Sementara kepala desa Harjomulyo Jaya ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa Tukimin merupakan warganya yang telah digrandong dilokasi tersebut. Menurutnya, lokasi tersebut kerap dijadikan tempat para pelaku begal melancarkan aksinya selain sepi, tanjakan sebelum lapangan tembak tersebut merupakan tanjakan yang otomatis warga yang melintas akan mengurangi kecepatan sepeda motor mereka.

“Bahkan disana saudara saya pernah dibegal juga dulu. Memang sering kejadian, dan lokasi itu memang salah satu tempat rawan perampokan,” katanya.

Sementara Kapolres OKU Timur AKBP Audie S Latuheru melalui kasat reskrim didampingi Kapolsek Madangsuku I Kompol Sukardi membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun kata dia, saat ini pihaknya masih menunggu laporan dari korban.

“Memang ada informasi perampokan itu dengan pelakunya empat orang dan korbannya suami istri,” kata Kapolsek.