Satu Lagi Grandong Berhasil Ditangkap dan Ditembak

Tersangka Ahmad Sajalibin Sarnubi saat mendapatkan perawatan di RSUD akibat menderita luka tembak dibagian kakinya yang terpaksa dilumpuhkan karena berusaha melawan petugas ketika akan ditangkap.

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Aksi sadis begal atau yang lebih dikenal di Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan dengan sebutan grandong kembali berhasil dihentikan oleh aparat kepolisian Polres OKU Timur.

Kali ini tersangka bernama Ahmad Sajalibin Sarnubi (27) warga Kecamatan Madangsuku II OKU Timur. Polisi berhasil menangkap tersangka di kediamannya. Namun karena berusaha melawan petugas terpaksa menembak kaki kanannya.

Penangkapan terhadap Ahmad dilakukan pada Rabu (13/9/2016) lalu sekitar pukul 19.30 di kediamannya Kecamatan Madang Suku II. Dari tangan tersangka polisi berhasil mengamankan Barang Bukti (BB) berupa satu bilah pisau yang diduga digunakan pelaku saat menjalankan aksinya.

Tersangka Ahmad merupakan satu dari empat pelaku yang melakukan perampokan terhadap mobil Indomaret pada 24 januari 2016 lalu dengan kerugian yang dialami korbannya mencapai hingga Rp. 41 Juta. Ahmad ditangkap berdasarkan laporan nomor LP-B/04/I/2016/SUM/OKUT/BMD dari Korbannya Zainuri (30) warga Palembang yang merupakan sopir mobil Indomaret tersebut.

Informasinya Kamis (15/9/2016) kronologis perampokan yang dilakukan tersangka bersama empat rekannya yang terjadi pada Minggu (24/1/2016) lalu pukul 14.30. terjadi di ruas jalan Martapura-Kayuagung tepatnya Desa Kurungannyawa Kecamatan Buay Madang.

Korban yang merupakan sopir mobil Indomaret melintas di ruas jalan tersebut dan dihentikan Ahmad bersama tiga rekannya dengan menggunakan dua sepeda motor. Keempat pelaku kemudian menghadang mobil yang disopiri korban dan langsung menodongkan senjata api kepada korban. Korban yang ketakutan kemudian merelakan uang perusahaannya yang dibawanya sebesar Rp. 41 Juta diambil oleh keempat pelaku.

“Setelah mendapatkan informasi dan melakukan penyelidikan selama bulan, anggota kita akhirnya berhasil menangkap pelaku dirumahnya. Namun karena tersangka melakukan perlawanan, Polisi terpaksa melumpuhkannya,” ungkap Kapolres OKU Timur AKBP Audie S Latuheru melalui kabag Ops Kompol Nurhardiansyah Kamis (15/9/2016).

Saat ini kata dia, polisi masih melakukan pengembangan dan mencari infomasi dari tersangka kemungkinan keterlibatannya dalam sejumlah aksi perampokan bersama komplotannya. Selain itu, polisi juga sedang melakukan pengejaran terhadap tersangka lainnya yang saat ini identitasnya sudah dikantongi petugas.