Pedagang Buah Harus Mau Direlokasi

Sejumlah pedagang buah yang masih enggan untuk direlokasi karena alasan pelanggan dan lokasi yang kurang strategis.

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten OKU Timur melalui dinas Kebersihan Keindahan dan Pasar menegaskan akan tetap memindahkan lokasi berjualan pasar buah yang selam aini berjualan di sisi ruas jalan RA Kartini dekat kantor pos pasar Martapura kendati sejumlah pedagang menolak.

Menurut Elfian, setelah lokasi baru selesai para pedagang harus bersedia untuk direlokasi dan tidak ada yang menolak karena selain lokasinya strategis, lokasi berjualan saat ini sangat menganggu selain keindahan pasar juga para pengguna jalan.

“Mereka berjualan disisi jalan yang merupakan milik para pejalan kaki. Jika ada yang membeli harus memarkirkan kendaraannya dibadan jalan yang tentu saja akan menganggu keindahan dan para pengguna jalan lainnya,” ungkap Kepala Dinas KKP OKU Timur Drs Elfian Syawal MM Selasa (20/9/2016).

Dikatakan Elfian, lokasi baru untuk para pedagang tersebut sebenarnya tidak jauh berbeda dan tidak terlalu jauh dari lokasi sebelumnya yakni diseberang jalan tempat mereka berjualan saat ini.

“Saya rasa lokasinya akan lebih strategis dan memudahkan pembeli dalam melakukan transaksi. Dilokasi itu juga akan ada pemanfaatan jalan yang selama ini hanya digunakan untuk parkir saja. Kita menginginkan agar pasar Martapura ini menjadi lokasi yang indah dan rapi sehingga pengunjung dan pembeli bisa dengan nyaman saat melakukan transaksi,” katanya.

Menurut Elfian, bangungan untuk pasar buah yang baru sudah jadi dan tinggal menambah fasilitas dan persiapan penataan lokasi. Akhir bulan September kata dia, diperkirakan seluruh pedagang sudah bisa dipindahkan ke lokasi baru tersebut.

“Nantinya tidak satupun pedagang buah yang menolak. Semua pedagang buah harus menjadi satu tempat kita sudah memberikan sosialisasi cukup lama agar PKL buah ini mau dipindahkan,” tegasnya.

Sementara  para pedagang buah  ketika mintai komentarnya mengaku menolak rencana relokasi yang diwacanakan pemerintah OKU Timur tersebut. Mereka beralasan sudah cukup lama berjualan dilokasi tersebut dan sudah memiliki pelanggan. Selain itu, mereka beralasan lokasi baru tidak menjamin akan menambah jumlah pembeli karena lokasinya bukan merupakan lokasi yang selama ini dilalui warga.