Polisi Berhasil Tangkap 11 Begal, Dua Tersangka Ditembak mati

Kapolres OKU Timur AKBP Audie S Latuheru saat menyampaikan hasil pengungkapan kasus dalam waktu satu bulan terakhir.

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Masyarakat Kabupaten OKU Timur dalam kurun waktu satu bulan terkahir mulai merasa nyaman dalam menjalankan aktifitasnya sehari-hari. Hal itu disebabkan karena intensifitas pihak kepolisian Polres OKU Timur dalam meningkatkan keamanan dan telah berhasil menangkap 11 tersangka begal atau yang disebut dengan grandong dalam kurun waktu satu bulan terakhir.

Tertangkapnya 11 tersangka tersebut tidak terlepas dari peran serta masyarakat yang telah bersedia memberikan data dan informasi mengenai keberadaan sejumlah tersangka yang selama ini kerap melakukan tindak kejahatan dan tidak segan melukai bahkan membunuh korbannya baik dengan senjata api maupun senjata tajam.

Kapolres OKU Timur AKBP Audie S Latuheru ketika dikonfirmasi Senin (19/9/2016) mengatakan, 11 tersangka tindak kejahatan yang berhasil ditangkap tersebut semuanya merupakan ‘pemain’ lama dan kerap melakukan aksinya dibeberapa wilayah bahkan terkadang berpindah-pindah ke kabupaten tetangga dalam beraksi.

Namun Kapolres mengaku belum bisa memastikan apakah para pelaku memiliki jaringan tersendiri dalam melakukan tindak kejahatan karena saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjur kemungkinan terkoordinirinya tindak kejahatan yang dilakukan sejumlah pelaku.

“Belum bisa dikatakan sebagai jaringan pelaku curas. Memang setiap beraksi para pelaku berjumlah lebih dari satu orang. Kita tegaskan akan terus memburu para pelaku yang belum tertangkap untuk menciptakan rasa aman dari masyarakat,” katanya.

Dari 11 tersangka yang berhasil ditangkap lanjut Audie, dua diantaranya terpaksa ditembak mati petugas karena melakukan perlawanan dengan menodongkan senjata api kepada petugas ketika akan ditangkap. Keduanya merupakan para pelaku kejahatan antar kabupaten yang sangat meresahkan masyarakat. Sedangkan 10 tersangka lainnya hanya dilumpuhkan karena berusaha melarikan diri ketika akan ditangkap.

“Tersangka yang langsung menyerah dan tidak memberikan upaya baik perlawanan maupun melarikan diri tidak akan ditembak. Kita berharap kepada para pelaku untuk segera menyerahkan diri karena polisi akan terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang saat ini masih buron,” tegasnya.

Dalam pengungkapan kasus curas tersebut lanjut Audie, tidak terlepas dari dukungan dan peran serta masyarakat serta pemerintah OKU Timur sehingga memudahkan pihak kepolisian dalam melakukan penyelidikan dan penangkapan.

“Bahkan ada beberapa tersangka yang identitas dan keberadaannya berdasarkan informasi masyarakat. Kami sangat mengapresiasinya. Kami berharap masyarakat bisa terus memberikan informasi sehingga memudahkan petugas dalam memberikan tindakan,” katanya seraya menjamin akan merahasiakan identitas pelapor.

Kasus terakhir yang berhasil diungkap petugas adalah perampokan dengan tersangka Tarmizi (33) warga Desa Sukarajatuha Kecamatan Buay Madang. Tersangka melakukan perampokan terhadap korbannya seorang anak sekolah Ahmad Fauzi denan menggunakan senjata api bersama rekannya pada (31/8) lalu sekitar pukul 11.30 di jalan Desa Banuayu ketika korban dan teman temannya pulang sekolah. Saat itu Pelaku menjalankan aksinya bersama rekannya yang saat ini masih buron.

“Setelah mendapat laporan kita langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap tersangka serta barang bukti berupa satu pucuk senpira jenis pistol dan empat butir amunisi , dan satu unit sepeda motor jenis Yamaha Vega R. Pelaku terpaksa kita tembak karena melakukan perlawanan terhadap petugas ketika akan ditangkap,” katanya.

Bupati OKUT: Insya Allah Masalah Begal Segera Teratasi