OKUT Segera Menjadi Daerah dengan Wisata Kuliner Paling Sehat

Bupati OKU Timur HM Kholid MD (kanan) saat melakukan kerjasama hasil pertanian dengan Kabupaten Waykanan dihadiri Bupati Waykanan H Raden Adipati (tengah) dan wakil bupati waykanan

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten OKU Timur menargetkan bumi Sebiduk Sehaluan dengan penduduk yang mayoritas berprofesi sebagai petani padi dan perkebunan untuk memiliki sebuah produk pertanian unggulan yakni beras organik yang selama ini merupakan beras sehat yang digemari berbagai kalangan.

Beras organik merupakan beras yang dihasilkan dari persawahan dengan pemupukan 100 persen menggunakan pupuk non kimia. Bahkan bisa dikatakan penggunaan pupuk kimia bagi petani yang menggeluti pertanian organik merupakan sesuatu yang ‘haram’ karena akan merusak kualitas dan harga dari beras itu sendiri.

Tingginya minat pembeli dan harga jual yang menjanjikan bisa mensejahterakan petani membuat pemerintah OKU Timur mencanangkan agar OKU Timur kedepan menjadi salah satu sentral beras organik di Sumsel dan Nasional. Harga beras organik jika dibandingkan dengan beras konvensional memiliki selisih hingga Rp. 5.000 hingga Rp.7.000 per kilogram.

Hingga september 2016 pemerintah sudah meresmikan 50 Hektare (Ha) lahan persawahan organik yang sudah mendapatkan sertifikat dari LSO (Lembaga Sertifikasi Organik) Sumatera Barat yang diberikan kepada tiga kelompok tani yang ada di wilayah Belitang.

Kedepan pemerintah akan segera menggalakkan masyarakat untuk menghasilkan beras organik agar memiliki hasil yang maksimal dibandingkan dengan beras konvensional. Harga beras organik dipasaran mencapai hingga Rp. 15-20 ribu per kilogram.

Sedangkan dalam pemasaran, pemerintah akan membantu dengan maksimal agar apa yang telah dicanangkan tersebut tidak sia-sia dan tidak membuat petani merugi karena pemasaran yang tidak menentu.

Dalam memasarkan beras organik tersebut pemerintah memiliki sejumlah pola mulai dari bekekerjasama dengan kabupaten tetangga seperti Waykanan yang telah dilaksanakan dan akan menyusul kabupaten lainnya. Selain itu, agar OKU Timur benar-benar menjadi wilayah dengan penghasil beras sehat tersebut, pemerintah juga akan menyuplai sejumlah rumah makan dan merekomendasikan pengunjung untuk menikmati beras sehat tersebut.

“Jadi sejumlah rumah makan nanti akan dibuat spanduk besar yang bertuliskan “rumah makan ini menyediakan beras organik” sehingga pengunjung akan menikmati hasil pertanian andalan OKU Timur tersebut,” ungkap Bupati OKU Timur HM Kholid MD.

Menurut Kholid, jika sejumlah kabupaten dan provinsi memiliki wisata andalan tersendiri, maka OKU Timur juga akan memiliki wisata kuliner yang nantinya jika benar-benar dikelola dan patuh terhadap ketentuan maka beras organik akan menjadi salah satu tujuan masyarakat luar dalam menikmati kuliner sehat.

“Jika dahulu masyarakat makan kenyang, maka sekarang masanya sudah berubah menjadi makan kenyang dan sehat. Satu-satunya makanan sehat adalah beras organik yang non kimia,” katanya.

baca Juga: Puluhan Anggota TNI Tanami 499 Hektare Lahan sawah Baru