Jaksa Langsung Tahan Bendahara SMAN 1 Belitang

Penyidik kejaksaan Negeri OKU Timur saat membawa tersangka Kasus Korupsi dana BOS yang merupakan bendahara SMAN 1 Belitang.

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Penyidik Kejakaaan Negeri (Kajari) Martapura Kabupaten OKU Timur, langsung melakukan penahanan terhadap Bendahara SMAN 1 Belitang atas nama Sunardi Kamis (22/9/2016).

Berkas Sunardi dilimpahkan (tahap 2) oleh penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres OKU Timur sekitar pukul 10.00. yang langsung diperiksa oleh bagian Tindak Pidana Khusus (Pidsus) KAJARI OKU Timur. Usai melakukan pemeriksaan, sekitar pukul 11.30, tersangka langsung dibawa ke Rumah Tahanan (Rutan) Martapura menggunakan mobil tahanan.

Sunardi ditahan atas dugaan kasus korupsi dana BOS tahun ajaran 2012-2013 dengan kerugian negara sebesar Rp. 438. 466.394. dia diduga ikut serta dalam melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama dengan kepala sekolah SMAN 1 Belitang atas nama Karjiono yang terlebih dahulu sudah ditahan.

Sunardi ikut serta dalam tindak pidana korupsi dengan peran sebagai pembuat rekayasa pertanggungjawaban penggunaan dana BOS dengan membuat nota pembelian palsu, cap toko palsu dan tandatangan palsu.

“Yang bersangkutan langsung ditahan dengan ancaman pasal 2 ayat 1 UU No 31 tahun 99 junto UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tipikor junto pasal 55 ayat ke 1 KUHP dengan ancaman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara dengan denda minimal Rp. 200 Juta maksimal Rp. 1 Miliar,” ungkap Kajari OKU Timur Suhartoyo SH M.Hum didampingi Kasi Pidsus A Syaeful Anwar.

Menurut Kajari, dalam pelimpahan tahap 2 tersebut pihak kepolisian selain menyerahkan tersangka juga menyerahkan sejumlah barang bukti berupa dokumen dan sejumlah peralatan yang diduga telah sengaja dipalsukan oleh tersangka.

“Tersangka ini tidak bisa terlepas dari terdakwa terdahulu yang sudah terlebih dahulu diputus pengadilan karena pada dasarnya tersangka inilah yang telah membuat stempel palsu, tandatangan serta kwitansi dalam penggunaan dana BOS tersebut,” kata Suhartoyo.

Adapun alasan penahanan dilakukan langsug kata dia, karena memenuhi dua syarat baik obyektif maupun subyektif dimana pasal yang disangkakan dengan ancaman diatas lima tahun atau lebih  atau masuk dalam kategori pasal 21 ayat 4 KUHAP. Sedangkan syarat subyektif adalah adanya kekhawatiran jaksa tersangka akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti atauu mengulangi tindakan yang sama.  “Jadi tersngka langsung kita tahan hari ini untuk dilanjutkan ke proses selanjutnya,” terangnya.