Tim jatanras Polda Sumsel Kembali Tembak Grandong Asal OKUT

Foto: Istimewa/Utarmizi (tengah mengenakan baju tahanan) tersangka pencurian sepeda motor saat diamankan di Polda Sumsel.
loading...

KABAROKUTIMUR.COM, PALEMBANG – Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel pimpinan Kombes Pol Daniel TM Silitonga kembali berhasil menangkap grandong asal Kabupaten OKU Timur yang kerap beraksi di beberapa wilayah seperti OKU Timur dan Palembang atasnama Utarmizi (28), warga Desa Gunungbatu Kecamatan Cempaka, OKU Timur.

Polisi terpaksa melumpuhkan tersangka di kedua kakinya karena berusaha memberikan perlawanan dan melarikan diri ketika akan dibawa petugas ke Mapolda dari rumahnya di Desa Cempaka Rabu (21/9/2016).

Petualangan tersangka yang merupakan spesialis pencuri sepeda motor yang kerap beraksi di Kota Palembang dan beberapa daerah lainnya akhirnya terhenti ketika bertemu dengan tim Jatanras Polda Sumsel yang dipimpin langsung oleh Kompol Zainury.

“Tersangka ditangkap berdasarkan laporan korbannya yang ditindaklanjuti dengan penyelidikan hingga diketahui identitas tersangka. Setelah mengetahui indentitas tersangka, polisi langsung bergerak cepat melakukan penyergapan dan penangkapan. Namun, ketika akan ditangkap tersangka melakukan pelawanan dan mencoba kabur sehingga dilakukan tindakan tegas,” ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol Daniel TM Silitonga didampingi Kasubdit III Jatanras AKBP Hans Ramatulah, Kamis (21/9/2016).

Dari tangan tersangka Polisi berhasil mengamankan sejumlah Barang Bukti (BB) berupa satu unit sepeda motor milik korbannya dan kunci modifikasi yang dipergunakan tersangka untuk melancarkan aksinya bersama rekannya Sangkut (DPO).

Berdasarkan hasil pemeriksaan lanjutnya, tersangka mengakui baru melakukan aksi pencurian sepeda motor dua kali bersama rekannya Sangkut di Kota Palembang, yang salah satunya di kawasan Jalan Hoki Kampus Pom IX Palembang.

“Namun dugaan kita tersangka ini sudah lebih dari dua kali melakukan pencurian. Saat ini kita masih melakukan pengembangan kasus ini kemungkinan adanya korban lain dan keterlibatannya dalam berbagai aksi perampokan,” tegasnya.

Sementara tersangka Utarmizi mengakui jika dirinya dan Sangkut (DPO) baru dua kali melakukan pencurian sepeda motor. Sepeda motor hasil curian pertama kali dijual diwilayah Campangtiga dengan harga Rp. 2,5 juta dan masing-masing mereka mendapatkan uang sebesar Rp. 1,2 Juta.

“Aksi pencurian yang kedua juga kami berhasil namun belum sempat motor kami jual saya terlebih dahulu ditangkap. Dalam beraksi kami berbagi peran. Kami berboncengan datang ke Palembang mengendarai sepeda motor dan berkeliling mencari korbannya. Setelah tiba di di Palembang kami berkeling mencari korban. Karena saya tak paham kawasan Palembang maka saat hendak beraksi yang membawa sepeda motor adalah Sangkut,” katanya.

Setelah mendapatkan sasaran kata Utarmizi, Sangkut lalu turun mendekati sepeda motor korban untuk merusak kunci stang dengan kunci modifikasi, sementara dirinya berperan mengawasi situasi. Setelah berhasil, mereka berdua langsung kabur menuju OKU Timur.

“Saat kabur  saya mengendarai sepeda motor milik korban sedangkan Sangkut mengendarai sepeda motor yang kami kendarai awalnya,” katanya seraya mengakui tahun 2011 lalu juga pernah ditangkap Polsek Kayuagung, OKI dengan kasus yang sama.