Mahkamah Agung Kuatkan Hukuman Mati Begal Asal Sumsel

KABAROKUTIMUR.COM, JAKARTA – Mahkamah Agung (MA) menghukum mati begal sadis Suhendra yang biasa beraksi di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel). Begal muda yang saat ini baru berusia 24 tahun itu dikenal sadis saat beraksi.

Suhendra jadi pimpinan komplotan begal bersama Novriansyah dan Yuliana. Modus yang biasa dilakukan diantaranya adalah berpura-pura menyewa kendaraan. Saat mobil sewa sudah jalan atau di rumah pemilik kendaraam.

Seperti saat pelaku menyewa mobil Daihatsu Grand Max BG 9623 ND milik Sidik Purwanto. Korbannya dihabisi di rumahnya oleh pelaku yang mendatangi kroban pada 2013, di Palembang. Korban dibenamkan di bak mandi lalu mayatnya dimasukkan karung dan dibuang.

Pelaku juga membunuh Somali, pemilik truk Nopol BG 8216 UK. Pemilik mobil dihabisi di jalan dan mayatnya dibuang ke Sungai Komering. Kasus mereka terungkap saat salah satu komplotan ini tertangkap polisi. Dari penyelidikan akhirnya sejumlah kejahatan mereka terungkap.

Mereka diadili pada 18 Juni 2015, Pengadilan Negeri (PN) Palembang. Suhendra divonis hukuman mati yang dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi (PT) Palembang. Suhendra mengajukan kasasi tetapi ditolak MA . “Menolak permohonan kasasi dari Suhendra alias Hendra,” demikian sebagaimana dikutif dari lama MA, Jumat (16/9/2016).

Baca Juga: Hakim Vonis Mati Begal Asal Palembang